Kisah Inspiratif Tatsbita Ratqa Amany, Mahasiswa FEB UGM Bangun Bisnis Workshop Kreatif

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 30 November 2024 | 08:05 WIB
Tatsbita Ratqa Amany, mahasiswa FEB UGM sukses membangun bisnis workshop kreatif. (Dok. Humas FEB UGM)
Tatsbita Ratqa Amany, mahasiswa FEB UGM sukses membangun bisnis workshop kreatif. (Dok. Humas FEB UGM)

TINEMU.COM - Di tengah kesibukan kuliah, Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Tatsbita Ratqa Amany bisa membangun bisnis yang menjangkau berbagai kota di Indonesia.

Tatsbita Ratqa Amany berhasil membangun Day of Art, bisnis workshop kreatif yang menawarkan pengalaman belajar kerajinan tangan dan menyalurkan kreativitas..

Dalam program FEBerkarya di channel YouTube FEB UGM bertajuk Inspirasi Bisnis Kreatif: Membangun Workshop Day of Art dari Nol, mahasiswa angkatan 2022 ini pun mencerita perjalanannya memulai bisnis.

Baca Juga: Insight Media Baru Diluncurkan, Buka Peluang dan Inovasi Online di Indonesia

Awal mula datangnya ide ini ketika ia diamanahi sebagai staf Departemen Eksternal Himiespa untuk program kerja Collaborative Event. Ia mengungkapkan bahwa pada saat itu ingin membuat sesuatu yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

“Kalau di tahun-tahun sebelumnya, sudah banyak program kerja di bidang edukasi. Oleh sebab itu saya berniat untuk membuat acara di bidang kreatif,” jelasnya.

Ia mulai menyadari penyelenggaraan kegiatan workshop sangat berguna untuk menyalurkan hobi dan kreativitas. Ditambah lagi, saat itu ia memiliki keinginan menjadi volunteer dalam beauty event di Jakarta yang membutuhkan pengalaman di bidang event organizer.

Baca Juga: Malam Puncak AMI Awards 2024 Segera Digelar,Rayakan Musik Generasi Baru

Akhirnya, ia memberanikan diri untuk membuat event sendiri yaitu bisnis event organizer dalam bentuk workshop seni dan kerajinan tangan bernama Day of Art.

Awal yang Tak Mudah

Mengelola Day of Art sejak awal memberikan banyak pelajaran berharga bagi Tatsbita. Ia menemui berbagai tantangan saat mengelola bisnis yang dijalankan bersama seorang temannya. Bisnis yang awalnya berbasis di Jakarta, mau tak mau harus ditinggalkan oleh Tatsbita.

Pasalnya, ia harus kembali ke Yogyakarta untuk kembali melanjutkan kuliah di UGM sementara temannya tetap di Jakarta. Selain itu, keterbatasan tenaga kerja membuat mereka harus multitasking dengan membagi waktu antara kuliah dan menjalankan bisnis. Ditambah lagi persoalan keterbatasan sumber daya finansial dan sumber daya manusia.

Baca Juga: Erajaya Group Umumkan Pemenang Lomba Tulis Jurnalis 2024

“Membangun kepercayaan peserta di awal perjalanan bisnis juga menjadi tantangan tersendiri. Di awal pun, akun Instagram kami masih tanpa pengikut dan belum ada pelanggan sehingga kami harus gencar-gencarnya melakukan promosi,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Humas FEB UGM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X