temu-pande

Fenomena Langka, Komet C/2017 K2 Melintasi Planet Bumi

Senin, 25 Juli 2022 | 09:58 WIB
Komet K2 tengah melintasi bumi. Komet ini diduga berasal dari suatu lokasi di bagian luar tata surya yang dinamakan Awan Oort. (Humas BRIN)

TINEMU.COM - Fenomena langka seperti komet yang melintasi planet bumi tidak dapat disaksikan setiap saat. Komet C/2017 K2 (PanSTARRS) atau lebih dikenal dengan K2 tengah melintasi bumi. Komet ini diduga berasal dari suatu lokasi di bagian luar tata surya yang dinamakan Awan Oort.

Komet merupakan anggota tata surya yang turut mengitari matahari, seperti halnya bumi, yang dalam perjalanannya dari area luar tata surya (outer solar system) ke area dalam tata surya (inner solar system), baru saja melintasi bumi.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Abdul Rachman selaku Koordinator Balai Pengelola Observatorium Nasional (BPON) Kupang mengatakan, Komet C/2017 K2 (PanSTARRS) atau disingkat menjadi K2, melintasi bumi.

Baca Juga: Naik Phinisi di Perairan Taman Nasional Komodo, Menparekraf: Sensasinya Luar Biasa

Komet ini diduga berasal dari suatu lokasi di bagian luar tata surya yang dinamakan Awan Oort. Initial C dari komet tersebut bertipe non-periodik, angka 2017 menunjukkan tahun ditemukannya, dan kombinasi huruf dan angka K2 menunjukkan urutan ditemukannya pada tahun 2017.

Menurutnya, komet ini melintas terdekat dengan bumi pada 13 Juli 2022 pada jarak sekitar 2 kali jarak bumi ke matahari. Saat ini K2 sedang menuju jarak terdekatnya ke Matahari yang diperkirakan terjadi pada Desember tahun ini.

“Karena termasuk dalam golongan komet non-periodik, K2 tidak rutin melintas di dekat bumi seperti halnya komet-komet periodik misalnya Komet Halley yang periodenya sekitar 83 tahun,sehingga tidak diketahui kapan ia akan melintas di dekat Bumi lagi,” jelas Abdul melalui keterangan tertulis pada 25 Juli 2022.

Baca Juga: 100 Tahun Slametmuljana, Pemikir Bahasa Indonesia

Abdul mengungkapkan K2, ditemukan oleh sistem pemantau komet bernama Panoramic Survey Telescope and Rapid Response System (PanSTARRS) yang berlokasi di Hawaii pada 21 Mei 2017. Komet ini diduga berasal dari Awan Oort (Oort Cloud) yang berupa kumpulan benda-benda yang berada di bagian terluar dari tata surya.

Penampakan Komet saat melintas dengan jarak paling dekat dengan Bumi, K2 menampilkan ekor debu dan ekor gas. Semakin dekat ke Matahari, ekor gas akan terlihat semakin jelas.

“Saat melintas dekat bumi, K2 hanya bisa dilihat jika memakai teleskop apalagi karena saat itu bertepatan dengan bulan purnama. Akan tetapi seiring makin dekatnya komet tersebut dengan matahari maka ia akan bisa dilihat dengan binokular. Seluruh daerah di permukaan bumi berkesempatan untuk melihat komet itu pada malam hari yang cerah,” ungkap Abdul.

Baca Juga: Trisula Album Nicky Astria: Tangan-Tangan Setan (Bagian 2)

"Kita bisa mengamati K2 beberapa bulan terutama saat komet itu melintas dekat bumi, dalam perjalanannya menuju titik terdekatnya dengan matahari, dan hingga beberapa bulan setelah itu,” lanjutnya.

Ia menuturkan,dengan fenomena komet melintas bumi, melalui riset dapat dipelajari kemungkinan jatuhnya komet tersebut ke bumi. Untuk kasus K2 ini, komet melintasi bumi pada jarak lebih dari 270 juta km sehingga tidak berdampak apa-apa ke bumi. Karena melintasnya cukup jauh dari bumi yakni sekitar 2 kali jarak matahari-bumi maka tidak ada efek negatif yang ditimbulkan.

Halaman:

Tags

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB