Hiasi Lagu Kla Project, Seperti Apa Fenomena Bulan Merah Jambu?

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 17 April 2022 | 11:04 WIB
Peneliti BRIN Andi Pangerang mengungkapkan fenomena bulan merah jambu yang pernah menghiasi lagu Kla Project. (brin.go.id)
Peneliti BRIN Andi Pangerang mengungkapkan fenomena bulan merah jambu yang pernah menghiasi lagu Kla Project. (brin.go.id)

TINEMU.COM - Bulan merah jambu luruh di kotamu,
Kuayun sendiri langkah langkah sepi.

Bulan merah jambu pernah menginspirasi kelompok musik Kla Project untuk menciptakan lagu berjudul “Tak Bisa Ke Lain Hati”. Meskipun lagu itu sangat akrab di telinga, sebenarnya seperti apa fenomena bulan merah jambu?

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengungkapkan bahwa menurut almanak petani di Amerika Serikat, purnama di bulan April ini bertepatan dengan tumbuhnya bunga phlox atau semacam Geranium yang berwarna merah jambu.

Baca Juga: Tower Mangrove Forest Park Langsa, Ikon Pariwisata Baru di Aceh

“Bunga ini (phlox) hanya tumbuh di benua Amerika, sehingga warna pink bukan merujuk pada purnama yang berwarna pink melainkan fenomena musim yang mencirikan purnama tersebut. Setiap purnama memiliki namanya masing-masing disesuaikan dengan musim yang terjadi saat itu,” terang Andi dikutip Tinemu.com dari laman brin.go.id pada Jumat, 15 April 2022.

“Puncak terjadinya bulan merah jambu atau pink moon ini pada Minggu, 17 April 2022 sekitar pukul 01.54.58 WIB atau 02.54.58 WITA atau 03.54.58 WIT, sehingga fenomena ini dapat disaksikan sejak Sabtu malam, sekitar 16-18 menit sebelum Matahari terbenam,” tegasnya.

Andi menjelaskan, untuk kota Merauke, pink moon sudah dapat disaksikan sejak pukul 17.17 WIT sedangkan di kota Sabang, pink moon baru dapat disaksikan sejak pukul 18.30 WIB. Pink moon dapat disaksikan selama 12 jam 12 menit (kota Sabang) hingga 12 jam 32 menit (kota Merauke).

Baca Juga: Huawei CSR Ramadan 2022, Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital ke Sekolah di Sorong dan Biak

Pink moon ini, juga disebut sebagai purnama paskah karena beriringan dengan Hari Raya Paskah Minggu bagi umat Kristiani maupun Hari Raya Pesakh bagi umat Yahudi. Pink moon dapat disaksikan di seluruh Indonesia sejak Sabtu, 16 April 2022 pukul 17.17 WIT hingga pukul 06.49 WIT keesokan harinya untuk lokasi paling awal (kota Merauke).

Serta sejak pukul 18.30 WIB hingga pukul 18.42 WIB keesokan harinya untuk lokasi paling akhir (kota Sabang). Arahnya dari timur ke barat, transit di zenit untuk lintang 7°-8°LS, di selatan untuk 6°LU-7°LS dan di utara untuk 8°-11°LS.

Pink moon terjadi setiap bulan April sedangkan purnama paskah terjadi setiap menjelang hari raya paskah dan tidak selalu jatuh bertepatan dengan pink moon, bisa juga bertepatan dengan worm moon di bulan Maret.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: brin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X