Tower Mangrove Forest Park Langsa, Ikon Pariwisata Baru di Aceh

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Minggu, 17 April 2022 | 09:57 WIB
Tower Mangrove Forest Park Langsa diharapkan menjadi ikon pariwisata baru di Aceh. (Kemenparekraf.go.id)
Tower Mangrove Forest Park Langsa diharapkan menjadi ikon pariwisata baru di Aceh. (Kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan Tower Mangrove Forest Park Langsa di Aceh yang diharapkan bisa menjadi ikon pariwisata baru di provinsi tersebut.

Sandiaga mengatakan kehadiran menara ini menandakan hadirnya ikon pariwisata baru di Aceh, khususnya di Kota Langsa. "Tower ini tidak hanya menjadi ikon pariwisata di Aceh, tapi juga untuk Indonesia," kata Sandiaga saat peresmian tower pada Jumat, 15 April 2022.

Kehadiran menara ini juga dapat memperkuat daya tarik dari hutan bakau yang hijau dan asri di lahan seluas 8.000 hektare. Sandiaga mengungkapkan dari atas menara ini masyarakat dapat melihat pemandangan Selat Malaka.

Baca Juga: Huawei CSR Ramadan 2022, Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital ke Sekolah di Sorong dan Biak

"Ini menjadi suatu daya tarik yang sangat unik. Lokasi ini juga hutan mangrove terbesar di Asia Tenggara jadi menurut saya perlu diadakan sebuah event regional untuk menggeliatkan dan memperkuat pariwisata di sini," katanya.

Pelaksanaan event di lokasi hutan bakau ini, lanjut Sandiaga, diharapkan juga dapat membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Langsa. Serta membentuk tatanan ekonomi baru yang bertumpu pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Desa Wisata Cinta Raja 

Selain meresmikan Tower Mangrove Forest Park Langsa, Menparekraf Sandiaga mendorong pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Cinta Raja, Langsa, Aceh. Dalam kunjungannya ke Desa Wisata Cinta Raja, Sandiaga mengatakan desa ini memiliki potensi yang sangat besar untuk wisata alam.

Baca Juga: Kisah Masa Kecil : Nasi Berkat Kenduren Paling Nikmat Sedunia!

Desa Wisata Cinta Raja yang hanya berjarak tempuh 15 menit dari Kota Langsa ini menjadi lokasi persinggahan burung-burung yang bermigrasi dari berbagai benua di dunia.

"Desa wisata Cinta Raja ini menjadi suatu destinasi yang sangat spesial. Karena memiliki keunikan satwa yaitu burung-burung yang datang (bermigrasi) dari seluruh dunia," kata Sandiaga.

Menurutnya, potensi ini perlu dikelola dengan baik disertai dengan peningkatan kelengkapan amenitas dan aksesibilitas yang diperlukan, dan penambahan atraksi melalui event-event yang menarik. Dengan harapan, potensi yang telah ada di Desa Cinta Raja dapat semakin meningkat dan berkembang.

Baca Juga: Presiden Tandatangani Aturan Soal THR dan Gaji Ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri

"Saya melihat kalau ini dikelola dengan baik seperti ini, ditambah dengan amenitas dan aksesibilitas yang lebih baik serta atraksi tambahan melalui event-event, desa ini bisa menjadi destinasi unggulan. Karena menurut saya, kegiatan bird watching di Desa Cinta Raja ini adalah bentuk best practice dari ecotourism," kata Sandiaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X