Wisata di Waturaka, Tak Sekadar Jadi Orang Desa Di Dekat Danau Tiga Warna

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Senin, 14 Maret 2022 | 07:00 WIB
Suasana Desa Waturaka, Kelimutu, Ende (Melissa.Lie)
Suasana Desa Waturaka, Kelimutu, Ende (Melissa.Lie)

TINEMU.COM -- Awalnya, di tahun 2011, Ignatius Leta Odja menganggap desanya Waturaka, layak untuk menjadi pendukung wisata Danau Tiga Warna di Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Paling tidak menjadi sentra penginapan. Sebab para wisatawan pada saat itu, jika ke Kelimutu, menginapnya di Konara.

Maka, ia mulai bergerak dengan membersihkan desanya dari sampah, membuka jalur wisata baru ke air terjun Murukeba dan air panas Kolorongo, dan dibantu oleh LSM Swisscontact WISATA melakukan pendampingan bagi warga desa untuk bercocok tanam sayur mayur, membuat sanggar musik dan tari, serta menyediakan home stay bagi wisatawan.

Kemudian, ia membangun kerjasama dengan travel agent di Bali untuk membuka perjalanan wisata dengan paket wisata selama dua hari, yang kegiatannya adalah melihat budaya dan tarian adat sanggar Mutulo’o dan Nuwa Nai, bertani, berwisata ke air terjun Murukeba dan mandi air panas Kolorongo, serta ke Danau Tiga Warna Kelimutu.

Baca Juga: KAI dan Summarecon Kembangkan Kawasan TOD di Stasiun Bekasi

Tahun 2017, Desa Waturaka yang terletak di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, di kaki Gunung Kelimutu ini didapuk sebagai Desa Wisata Alam Terbaik. Saat ini hampir setiap hari wisatawan lokal dan mancanegara hilir mudik di desa ini. Wisatawan betah menginap di 20 home stay Desa Waturaka.

Para wisatawan bisa ikut memasak dan melakukan aktivitas bersama pemilik rumah dan warga sekitar seperti bekerja bersama di ladang atau melakukan kegiatan kerja bakti. Selain menawarkan wisata berbasis masyarakat, Desa Waturaka yang memiliki hamparan ladang pertanian yang luas juga menawarkan pengalaman bertani, berladang, dan berkebun di area pertanian tersebut. Sehingga para wisatawan dapat merasakan bagaimana rasanya masakan yang langsung dipetik dari ladang, dan mereka sendiri pula yang memetiknya.

Baca Juga: Membaca Novel Kebangkitan - Leo Tolstoi dan Nihilisme (2-4)

Bisa dikatakan mengunjungi atau berwisata ke Desa Waturaka ini tidak sekadar menikmati pemandangan alam yang indah, tetapi juga merasakan hidup sebagai orang desa, serta menikmati budaya masyarakatnya. Seperti sebuah paket komplit yang tentunya menarik.** 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X