PRTPP BRIN Pusat Laboratorium Riset Halal di Indonesia

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 4 April 2022 | 06:37 WIB
Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah, Indah Pertiwi Nataprawira mengunjungi PRTPP BRIN, pusat laboratorium riset halal di Indonesia. (brin.go.id)
Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah, Indah Pertiwi Nataprawira mengunjungi PRTPP BRIN, pusat laboratorium riset halal di Indonesia. (brin.go.id)

TINEMU.COM - Dengan mayoritas penduduk yang memeluk agama Islam, Indonesia memiliki potensi pasar halal yang besar. Karena itu, branding produk halal sangat penting untuk dikembangkan agar dapat diterima oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Keuangan Syariah, Indah Pertiwi Nataprawira saat mengunjungi laboratorium riset halal di Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Gunungkidul pada Kamis, 31 Maret 2022.

Terkait perkembangan industri riset halal di Indonesia, Indah mengingatkan pentingnya branding produk halal agar dapat diterima oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan strategi komunikasi agar produk halal yang dihasilkan melalui teknologi yang dikembangkan oleh BRIN, mampu beredar di pasar tradisional.

Baca Juga: Menhub Targetkan KA Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi Pekan Depan

Menurutnya, produk-produk halal yang beredar selama ini masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

“Saya bangga dan menaruh harapan besar pada BRIN melalui PRTPP untuk mengawal perkembangan riset halal di Indonesia,” tambah Indah dikutip Tinemu.com dari laman brin.go.id.

Ia menyampaikan, selain halal, produk yang dihasilkan melalui teknologi di BRIN juga memiliki kriteria syariah. Produk syariah merupakan produk yang dalam proses pembuatannya memperhatikan keberlanjutan lingkungan alam, serta produk tersebut bermanfaat bagi warga sekitarnya.

Baca Juga: Kisah Sahabat Nabi : Khabbab ibn al-Aratt, Sang Pandai Besi yang Sangat Dermawan

Sementara itu, Direktur Pemanfaatan Program dan Kinerja Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Gandy Setiawan mengatakan, KNEKS mendorong penuh upaya BRIN melalui PRTPP Gunungkidul sebagai pusat laboratorium halal di Indonesia.

Ia berharap melalui pembangunan gedung laboratorium dan fasilitas riset halal yang bersumber pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), PRTPP dapat menjadi pusat laboratorium riset halal di Indonesia.

Selain infrasturuktur riset yang memadai, lanjut Gandy, kapasitas SDM periset juga harus diperhatikan. “Saya mendorong agar perlu dibentuk konsorsium dengan segera terkait dengan riset halal ini guna mendukung program pemerintah menjadi pusat industri produk halal dunia pada tahun 2024,” ungkapnya.

Baca Juga: Keutamaan Memberi Hidangan Berbuka Puasa

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala PRTPP BRIN Satriyo Krido Wahono menyampaikan hingga kini PRTPP BRIN terus melakukan pengembangan terkait dengan riset halal. Dengan adanya fasilitas riset halal yang baru, pihaknya berharap para peneliti akan semakin produktif.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan peneliti PRTPP mempublikasikan hasil penelitian di jurnal internasional bereputasi tinggi. Penelitian itu terkait dengan metode untuk mendeteksi daging babi yang telah tercampur dengan ikan patin melalui pendekatan metabolomic dan proteomic.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: brin.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X