Antisipasi Heat Stroke Saat Ibadah Haji, Kenali Tanda-Tandanya

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 28 Mei 2022 | 05:00 WIB
Kenali tanda-tanda heat exhausted dan heat stroke.    (sehatnegeriku.kemkes.go.id)
Kenali tanda-tanda heat exhausted dan heat stroke. (sehatnegeriku.kemkes.go.id)

TINEMU.COM - Perbedaan suhu yang ekstrem ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi bisa menimbulkan potensi dehidrasi bagi jemaah haji Indonesia. Kondisi ini dapat mengarah pada situasi yang lebih parah yakni heat exhausted bahkan heat stroke (serangan panas)

Kondisi heat stroke ini harus diantisipasi oleh jemaah haji maupun tenaga kesehatan saat berada di Arab Saudi. Karena itu baik petugas dan jemaah haji diminta untuk dapat mengenali tanda tanda heat stroke.

Kepala kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, dr. Muhammad Imran menerangkan, ada kondisi sebelum orang dinyatakan mengalami heat stroke yaitu heat exhausted.

Baca Juga: Jokowi : Buya Syafii Maarif Sosok Guru Bangsa yang Sederhana

Kondisi heat exhausted ditandai dengan rasa sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat, lembab, dan terasa dingin, nafas cepat, mual, dan nyeri otot.

“Jangan sampai mereka tidak menyadari bahwa sudah masuk dalam tahapan heat exhausted. Mereka harus mengenali gejala heat exhausted. Seperti pusing, mual terutama pada saat aktifitas di luar ruangan” tegas dr. Imran pada rapat koordinasi tim PPIH Bidang Kesehatan, pada Kamis, 26 Mei 2022.

Kondisi heat exhausted dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit.

Baca Juga: Perubahan Pola Operasi KRL Jabodetabek Mulai 28 Mei, KAI Ingatkan Masyarakat untuk Beradaptasi

Kondisi yang lebih parah, saat orang mengalami heat stroke atau serangan panas. Merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas, karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.

Pada orang yang mengalami heat stroke, terjadi peningkatan suhu badan dengan cepat hingga mencapai 41 derajat celcius dalam kurun waktu 10-15 menit, dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Kondisi heat stroke atau serangan panas dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan menyebabkan kematian.

Baca Juga: Prof. Ova Emilia Resmi Dilantik Sebagai Rektor UGM Periode 2022-2027

Untuk itu upaya-upaya pencegahan harus gencar dilakukan, untuk petugas mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu yang tepat untuk minum cairan elektrolit.

“Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum” tutup dr Imran.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sourdough dari Beras Merah Segreng Handayani

Senin, 13 April 2026 | 09:43 WIB

Bisakah Video Profil Desa Dihargai Rp 0?

Senin, 30 Maret 2026 | 17:16 WIB

Takaran Saji Hidangan Manis Saat Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 | 18:05 WIB

Pilihan Susu untuk Cukupi Gizi Anak di Bulan Puasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:22 WIB

Wajib Coba! 3 Kedai Inovatif Mahasiswa FEB UGM

Minggu, 22 Februari 2026 | 15:57 WIB
X