TINEMU.COM - Kota Padang tak hanya terkenal akan khasanah kuliner dan agrikultur yang kaya, namun juga menyimpan banyak talenta musik independen. Salah satunya, band bernama Quaint. yang merilis EP Perdana berjudul “Gray Timeline”.
Gray Timeline merupakan EP perdana dari Quaint. yang menggambarkan point of view dari seorang individu yang terdampak oleh kekecewaan terhadap semua yang memperlakukan buruk dirinya.
EP perdana dari Quaint. ini juga menggambarkan bagaimana individu ini akhirnya melalui perjalanan emosional untuk mencapai titik pemakluman atas apa yang terjadi pada hidupnya. Kata gray (abu-abu) dalam Gray Timeline merujuk pada ketidakpastian yang ditemui dalam perjalanan ini, khususnya dalam menghadapi perlakuan orang-orang terhadapnya.
Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Imbangi Ekuador
Band Quaint. terdiri dari Aldio Misky Muhammad (Vokal), Muhammad Wira Rizki (Gitar), Bambang Suheri (Gitar), Rezky Wahyudi (Bass) dan Alhutri Rahmat (Drum) yang terbentuk pada pertengahan tahun 2022.
Band Quaint. berdiri dari niat awal sederhana yaitu untuk sekedar melakukan jamming session dalam lingkup pertemanan. Dalam perjalanannya, Quaint. menemukan kecocokan antara satu sama lain dalam bermusik.
Walaupun setiap personil memiliki background musik yang berbeda, tetapi secara mutual disatukan dalam kegemaran akan gaya bermusik hardcore dan selingkar wilayahnya. Musik Quaint. memadukan elemen-elemen musik alternative rock, shoegaze, emo, post-grunge hingga post-hardcore.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! KAI Buka Rekrutmen di Job Fair UGM Pada 11-12 November 2023
Konsep besar EP berjudul “Gray Timeline” ini berakar dari teori psikologi Radical Acceptance atau Penerimaan Radikal yang dikemukakan oleh Carl Rogers yang yang mempunya paradigma psikologis bahwa penerimaan adalah langkah pertama menuju perubahan.
Penerimaan radikal mengajukan bahwa ketidakterikatan adalah kunci utama untuk mengatasi penderitaan daripada terikat pada masa lalu yang menyakitkan. Ketidakterikatan bukan berarti tidak merasakan emosi.
Sebaliknya, ini mengacu pada niat untuk tidak membiarkan rasa sakit berubah menjadi penderitaan. Hal ini berarti menerima kenyataan secara apa adanya dan tidak terjebak dalam reaksi emosional terhadap kenyataan tersebut.
Baca Juga: Isyana Langsung Rilis Single Baru Setelah Menang AMI Awards
EP Gray Timeline dimulai dengan lagu "Bond" yang memainkan peran penting dalam menghadirkan latar belakang dan konteks untuk seluruh EP.
Track ini menciptakan kerangka yang memungkinkan pendengar memahami bagaimana perasaan kekecewaan muncul. Lagu “Bond” pula yang didapuk sebagai single perdana Quaint. sebelum mereka melangkah memproduksi EP Gray Timeline.
Artikel Terkait
Dunia Makin Mencekam, Tirant Rilis Single Terbaru 'Trauma'
Kuartet Indie Rock Jember, The Bajahitam Rilis Single Terbaru Berjudul Kelam
Single Terbaru Base Jam Membawa Tema Penuh Harapan
Band Pop Muda Kota Malang, Lucien Sunmoon Rilis Debut Single 'Flustered'
Isyana Langsung Rilis Single Baru Setelah Menang AMI Awards