TINEMU.COM- Diangkat dari sebuah lagu yang berjudul Mendung Tanpo Udan karya Kukuh Prasetya Kudamai, Nant Entertainment bekerja sama dengan Kris Budiman sebagai sutradara mencoba mengadaptasinya menjadi film layar lebar.
Meski pengambilan gambar berlangsung hingga 15 hari dengan mengambil lokasi syuting sebagian besar di Yogyakarta, penulisan naskah dan skenario film ini cukup alot lantaran dikerjakan bersama sebuah tim beranggotakan Tony C Sihombing, Gianluigi Christoikov, Kris Budiman dan Agit Romon, demi terwujud kisah cinta yang menarik.
"Pemilihan pemain, baik pemain utama maupun pemain pendukung merupakan salah satu proses yang cukup singkat dalam produksi film ini. Saya maunya teman terdekat dulu atau orang yang secara personal saya sudah kenal banget dalam rangka mencari pemeran yang cocok," jelas Kris Budiman, sutradara, saat jumpa pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan (21/2).
Baca Juga: Film Kukejar Mimpi Siap Ramaikan Bulan Ramadhan
"Saya semula ragu apa iya saya pemeran utamanya...dan sebenarnya naskah film inilah yang menginginkan saya menjadi pemeran utamanya. Ernest Prakasa teman saya sempat memberi semangat ayo kamu bisalah Erick. Saya sendiri sebenarnya merasa bukan komika sayalah aktor...tapi peran-peran yang sering diberikan kepada saya di film-film sebelumnya harus melucu..Matur suwun teman-temanku sudah memberi kepercayaan dan juga semangat memerankan karakter Udan," kata Erick Estrada dengan rasa haru dan mengaku sempat diragukan banyak orang apakah ia pantas jadi peran utama lantaran kurang "good looking".
Film ini mengisahkan Udan (Erick Estrada) seorang mahasiswa tingkat akhir yang sangat terobsesi dengan musik. Ia ingin menjadi pencipta lagu yang sukses dengan menjual karya-karyanya. Terkadang ia juga menerima tawaran sebagai additional player yang ia manfaatkan juga untuk mengenalkan dirinya kepada musisi lain.
Obsesi ini tanpa disadari membuat Udan menjadi pribadi yang keras kepala. Hingga suatu hari Udan bertemu dan jatuh hati dengan Mendung (Yunita Siregar) seorang perempuan cerdas yang memiliki impian menjadi seorang wanita karir yang independen. Hubungan dua insan yang memiliki impian bertolak belakang ini, perlahan melahirkan konflik yang memaksa mereka untuk memilih antara cinta dan karir.
Baca Juga: Klinik Basa, Upaya Lestarikan Bahasa Sunda
Berkali-kali janjian dengan Mendung sering gagal hanya karena janji terlebih dahulu dengan temannya Udan, Tommy di studio rekaman yang bertugas menawarkan dan menjual lagu karya Udan ke penyanyi baru. Akibatnya ada beberapa hari penting misalnya ulang tahun Mendung bahkan wisuda yang terlewatkan Udan, hanya karena Udan lebih prioritas kepada karirnya bermusik.
Padahal Mendung banyak berkorban dengan tetap tinggal di Yogyakarta tidak mengikuti teman kosnya kerja dan meniti karir ke Jakarta. Sampai Mendung sudah tak sabar lagi menahan amarahnya dan benar-benar pergi ke Jakarta meninggalkan Udan.
Cerita tak berhenti sampai di situ karena Udan sulit melupakan Mendung walau sudah diingatkan kawan-kawannya untuk "move on". Banyak kejadian lucu terjadi saat Udan disadarkan kawan-kawannya bukan cuma untuk melupakan Mendung, melainkan juga mulai bekerja dan menyelesaikan skripsinya yang tertunda. Pada suatu ketika Udan yang kemudian bekerja sebagai kurir pengantar paket sambil menyelesaikan skripsi, mengantarkan paket dengan alamat ke tempat kosnya Mendung. Ternyata Mendung kembali bekerja di Yogya, tapi apakah Mendung akan kembali menerima cinta Udan?
Artikel Terkait
Aghniny Haque Tampil Habis-Habisan dalam Film Pemandi Jenazah
Film Kuyang Hadirkan Urban Legend dari Kalimantan
Film Horor Sinden Gaib Angkat Kisah Nyata dari Trenggalek