Quantum Temple-Water Civilization di Pura Tirta Empul Tingkatkan Kualitas Wisata

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Sabtu, 25 Mei 2024 | 09:29 WIB
Quantum Temple-Water Civilization yang diluncurkan di Pura Tirta Empul telah memberikan dampak pada peningkatan pariwisata. (kemenparekraf.go.id)
Quantum Temple-Water Civilization yang diluncurkan di Pura Tirta Empul telah memberikan dampak pada peningkatan pariwisata. (kemenparekraf.go.id)

TINEMU.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengapresiasi program "Quantum Temple-Water Civilization" yang diluncurkan pada April 2024 di Pura Tirta Empul dan telah memberikan dampak pada peningkatan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Terjadi peningkatan kunjungan juga peningkatan pendapatan," kata Menparekraf Sandiaga saat hadir di "Water Civilization Impact to Cultural Heritage Preservation" The St. Regis Bali Resort, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

“Dan ini didorong oleh penggunaan inovasi dan teknologi yang fokus kepada pelestarian budaya dan ini menjadi upaya untuk memastikan Pura (Tirta Empul) terjaga kelestariannya untuk generasi mendatang,” imbuhnya.

Baca Juga: Pentingnya Kebudayaan Lokal dalam Pengelolaan Air Global

Program "Water Civilization" merupakan perpaduan instalasi, pameran digital, dan pembinaan pramuwisata Desa Manukaya Let (desa lokasi Pura Tirta Empul) yang didukung infrastruktur tiket berbasis blockchain.

Program ini menjadi sebuah pendekatan inovatif untuk mengatasi masalah minimnya pendapatan pariwisata yang beredar di ekonomi lokal.

Melalui program ini, wisatawan menjadi lebih paham tentang Pura Tirta Empul yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Wisatawan juga diperkenalkan prosesi Melukat yang unik. Di mana semua itu melibatkan komunitas lokal.

Baca Juga: Ada Mimpi dan Harapan di Lagu Baru Raissa Anggiani

"Jadi ini yang menurut saya menunjukkan bahwa pariwisata jika dikelola dengan prinsip regeneratif bukan hanya menciptakan pekerjaan lebih banyak, tapi juga lebih berkualitas dan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan ini sudah menjadi salah site visit yang kita tawarkan pada World Water Forum," ujarnya.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, sejak diluncurkan sekitar 1,5 bulan lalu, wisatawan yang berpartisipasi telah mencapai lebih dari 500 serta membuka penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja bagi komunitas lokal.

"Tadi sudah kita bicarakan agar ini bisa menjadi benchmark ke situs-situs lain. Bukan hanya di Bali tapi seluruh Indonesia sehingga tercipta kemitraan dan peningkatan dari dampak pariwisata yang lebih berkelanjutan," kata Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga: Sajikan Cita Rasa Nusantara, Berapa Kali Jemaah Dapat Makan di Tanah Suci?

Pendiri dan CEO Quantum Temple, Linda Adami, memberikan paparan dampak nyata program ini. Saat pramuwisata asli Manukaya Let telah menerima pelatihan dan pengembangan keterampilan ala perhotelan sehingga mampu menjaring pendapatan yang lebih baik.

"Pelatihan yang diberikan memungkinkan para pramuwisata Manukaya Let untuk terus menjaga pengetahuan yang didapatkan dari generasi ke generasi, serta terus membagikan pengetahuan yang komprehensif tentang sejarah Tirta Empul dan prosesi melukat yang baik bagi wisatawan dalam negeri dan internasional," ujar Linda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X