Geopark Kaldera Toba Kembali Bidik Green Card, Ini Empat Rekomendasi UNESCO

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Senin, 14 Juli 2025 | 14:59 WIB
Geopark Kaldera Toba (kemenpar.go.id)
Geopark Kaldera Toba (kemenpar.go.id)

TINEMU.COM - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan status Green Card UNESCO bagi Geopark Kaldera Toba.

Dalam rapat koordinasi di Caldera Toba Nomadic Escape, Wamenpar bersama para kepala daerah dan instansi terkait membahas langkah konkret menuju suksesnya proses revalidasi UNESCO pada akhir Juli ini.

Sejak dua tahun terakhir, berbagai persiapan telah dilakukan menyambut revalidasi UNESCO. Namun, Wamenpar menekankan bahwa semua pemangku kepentingan harus memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi terpadu.

Baca Juga: PAMDI Serahkan Bantuan 'Peduli Musisi' kepada Keluarga Yunita Ababil

Ada empat rekomendasi dari UNESCO, yakni penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di seluruh area geopark, penguatan warisan budaya lokal, dan keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

Melihat empat rekomendasi UNESCO ini, Wamenpar Ni Luh mendorong agar pemda dan instansi terkait segera memperbaiki, menindaklanjuti, dan mengevaluasi langkah yang telah berjalan, mencakup identifikasi akar masalah, meninjau progres perbaikan yang sudah berjalan, dan memetakan pekerjaan rumah yang masih belum terselesaikan.

“Kita juga harus segera menyelaraskan dan meningkatkan seluruh program kerja kita, seperti melaporkan kegiatan Gerakan Wisata Bersih yang pernah berlangsung di dua titik yakni kawasan Amphiteater Waterfront City Pangururan pada 4 Mei 2025 dan kawasan Pantai Bebas Parapat pada 5 Mei 2025,” kata Ni Luh Puspa di Caldera Toba Nomadic Escape, Toba, Sabtu, 12 Juli 2025.

Baca Juga: Sekuel Drama 'Aku Tak Membenci Hujan' Segera Tayang Akhir Agustus 2025

Wamenpar Ni Luh juga menyarankan agar seluruh daerah dan instansi terkait mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga Kaldera Toba, di antaranya edukasi terhadap kebiasaan masyarakat supaya itu melakukan pembakaran di sekitar area geosit dan mengedukasi masyarakat dalam menjaga kebersihan di sekitar area geosit.

“Untuk masalah kebakaran, selama kedatangan Asesor UNESCO saat revalidasi pada 21 - 25 Juli 2025, perlu dibentuk tim patroli atau satgas khusus. Dan untuk mitra UMKM di lokasi yang didatangi benar-benar terlatih dan siap untuk menjelaskan jawaban,” kata Wamenpar Ni Luh.

Menurut Ni Luh, status Green Card bukan sekadar label. Namun jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat di sekitar Danau Toba, yang nantinya akan berdampak pada banyak kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang terpenting, pelestarian alam dan budaya Danau Toba yang tak ternilai harganya.

Baca Juga: Audrey Bianca Sabet Dua Gelar Sekaligus Miss Royale dan Miss Indonesia 2025,Kok Bisa?

“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita akan mampu menghadapi tantangan ini. Mari kita jadikan momen revalidasi 2025 sebagai titik balik kebangkitan Geopark Kaldera Toba,” kata Wamenpar.

General Manager Badan Pengelola Geopark Azizul Kholis menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan pada kegiatan revalidasi Geopark Kaldera Toba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemenpar.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X