Guns N' Roses Rilis Dua Single Baru "Nothin'" dan "Atlas" Jelang Tur 2026

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Jumat, 5 Desember 2025 | 11:07 WIB
Guns and Roses (Parade)
Guns and Roses (Parade)

TINEMU.COM - Setelah menimbulkan kegaduhan di kalangan penggemar rock global, Guns N' Roses akhirnya merilis dua single baru mereka, "Nothin'" dan "Atlas", pada 4 Desember 2025 melalui Interscope Records.

Rilis ini datang dua hari lebih lambat dari jadwal awal 2 Desember, tapi langsung menyulut euforia. Band ikonik yang dipimpin Axl Rose, Slash, dan Duff McKagan ini membuktikan bahwa api rock 'n' roll mereka masih membara, terutama menjelang tur dunia 2026 yang megah.

Apakah ini sekadar kebetulan, atau strategi brilian untuk memanaskan tiket konser?

Mari kita bedah cerita di balik kedua lagu ini. "Nothin'" membuka pintu dengan nuansa introspektif yang jarang terdengar dari Guns N' Roses.

Baca Juga: Orang Buta dan Anak Gembala, Pelajaran Tentang Etika dan Empati

Lagu ini dimulai dengan melodi keyboard yang mengambang ringan, diiringi vokal Axl Rose yang penuh kerinduan—seperti pengakuan hati yang rapuh tentang kehilangan dan kekosongan emosional. "Cause nothin' lasts forever," gumam Axl dalam liriknya, menggambarkan perjuangan batin seseorang yang merasa hampa di tengah gemerlap kehidupan.

Seiring berjalannya, lagu ini bertransformasi menjadi power ballad klasik: chorus anthemic yang membuncah, diakhiri solo gitar bluesy panjang dari Slash yang menusuk jiwa.

Berasal dari sesi rekaman Chinese Democracy (2008), trek ini direkayasa ulang oleh trio inti band, menambahkan lapisan emosi yang lebih matang.

Baca Juga: Hanung Bramantyo Remake Film karya Majid Majidi, 'Children of Heaven'

Menariknya, "Nothin'" bukan sekadar nostalgia; ia menawarkan kerentanan langka dari band yang biasa dikenal dengan ledakan kemarahan.

Bagi penggemar, ini seperti surat cinta dari Axl—intim, menyayat, dan tak terlupakan, dengan potensi menjadi staple di setlist tur.

Sementara itu, "Atlas" adalah sisi liar Guns N' Roses yang tak pernah pudar. Lagu mid-tempo ini meledak dengan riff gitar fiery ala '90s alt-rock, groove drum-bass yang propulsi, dan chorus masif yang siap mengguncang stadion.

Liriknya terinspirasi dari novel Atlas Shrugged karya Ayn Rand, menceritakan perjuangan individu melawan beban dunia—sebuah alegori tentang ketahanan dan pemberontakan.

Baca Juga: Kolom Buku Belum Berlalu: Menteri dan Buku

Demo awalnya bocor pada 2019 dengan kontribusi Brian May dari Queen, tapi versi final ini lebih ramping, dengan vokal Axl di register tinggi yang ikonik dan lead gitar Slash yang membara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X