Final Destination menangkap kondisi mental seseorang yang mulai menyadari hal tersebut. Perasaan gelisah, merasa kecil, penuh rasa bersalah, dan takut menghadapi akhir. Lagu ini justru menjadi pengingat bahwa hidup hanyalah persinggahan.
“Banyak orang mikir ini cuma soal kematian. Buat aku, yang lebih serem adalah hidup tanpa benar-benar hidup. Lagu ini lahir dari fase di mana aku stuck ngejar validasi, nahan yang harusnya pergi, dan nunda mimpi seolah waktu nggak terbatas,” ungkap Ekal, sang vokalis.
Baca Juga: Bernadya Kenalkan Single Rabun Jauh Jelang Rilis Album Keduanya
“Padahal kita semua tahu akhirnya pasti ada. ‘Final Destination’ mengingatkan bahwa waktu kita terbatas, jadi pastikan kita benar-benar hidup,” tambah Ekai.
Final Destination menawarkan kombinasi riff-riff agresif dengan aransemen strings khas post hardcore yang megah dan part yang seru hingga sulit ditebak. Hasil produksinya terdengar jauh lebih matang, dengan proses recording, mixing, dan mastering yang digarap di JFHPRODS.
Lirik ditulis langsung oleh Ekal bersama Muhammad Taufik Maulana, sementara komposisi musik digarap oleh Trisna dan Muhammad Taufik Maulana. Visual artwork yang kuat—tetap mempertahankan identitas “sweet” dalam balutan gelap— berhasil diinterpretasikan oleh Anggar Menyan. Sesi foto untuk rilisan ini juga digarap secara khusus oleh Dikri Assidiqi, yang dikenal dengan nama Mamangco.
Final Destination kini sudah mengudara melalui Bandcamp dan music video lirik lewat kanal resmi Youtube People Sweet.**
Artikel Terkait
Jelang Tiga Dekade Berkarya, ADA BAND Rilis Selalu Ada
Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie
Ariel NOAH Nyanyikan OST Film Dilan ITB 1997, Sekaligus Jadi Bintangnya!
Isyana Sarasvati Bawakan Versi Baru Lagu Ikonik Garuda Di Dadaku