TINEMU.COM - Dunia pariwisata tengah bergerak menuju arah baru yaitu pariwisata hijau (green tourism). Kesadaran global akan pentingnya keberlanjutan membuat wisata tidak lagi hanya soal destinasi indah, tetapi juga tentang bagaimana sektor ini mampu menjaga alam, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat ekonomi lokal.
Menjawab tantangan itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempublikasikan kajian mengenai penguatan implementasi pariwisata hijau di Indonesia berupa publikasi ilmiah Tourism Snapshot Vol. 1 No. 2 Tahun 2025.
Pada edisi kali ini, Tourism Snapshot mengangkat tema “Green Jobs, Green Skills, and Green Quality: Mendorong Transisi Hijau Sektor Pariwisata". Edisi terbaru ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Green Jobs, Green Skills, dan Green Quality.
Baca Juga: Idgitaf Kenalkan Single Terbaru, Pemanasan Menuju Album Keduanya di 2026
Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 6 Oktober 2025, menjelaskan bahwa green jobs mengkaji mengenai peluang dan proyeksi tenaga kerja pariwisata yang ramah lingkungan.
“Lalu, green skills membahas kesiapan kurikulum, pelatihan, dan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung ekonomi hijau. Sementara green quality membahas jaminan mutu dan sertifikasi SDM pariwisata sesuai standar keberlanjutan," imbuhnya.
Dewi menjelaskan transisi pariwisata hijau (green tourism) di Indonesia adalah hal penting. Karena adanya tren pasar global yang semakin sadar lingkungan serta perubahan perilaku wisatawan.
Baca Juga: All U Can Hear Gigs Comeback dengan Spirit Baru Pop Rock United!
"Adaptasi ini diperlukan agar pariwisata Indonesia tetap berdaya saing sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Komitmen tersebut sejalan dengan visi mitra pembangunan internasional yang memandang transisi hijau sebagai suatu keniscayaan," kata Dewi.
International Labour Organization (ILO) menegaskan bahwa transisi ini akan menciptakan pekerjaan hijau (green jobs) yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan keselarasan antara pemerintah dan mitra pembangunan.
"Kunci keberhasilan transisi ini terletak pada penyiapan sumber daya manusia yang kompeten dengan jaminan kualitas terstandar. Guna menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan," katanya.
Baca Juga: Mengenal 'Bapak Sastra' Polandia: Jan Kochanowski
Untuk mencapai terciptanya green jobs yang mendukung pengembangan pariwisata hijau di Indonesia, Dewi menuturkan pihak industri dan lembaga pendidikan pariwisata secara bertahap perlu mengadopsi praktik keberlanjutan dan menciptakan kebutuhan akan keterampilan ramah lingkungan (green skills).
Sebab, penyerapan tenaga kerja dalam konteks transisi menuju pariwisata hijau menjanjikan potensi ekonomi yang positif terhadap kesejahteraan tenaga kerja.