TINEMU.COM -- Desa Wisata Gampong Iboih terletak di Pulau Weh, Provinsi Aceh. Untuk mencapai ke sana, menurut tulisan pada situs ngetrip.my.id, dari Banda Aceh, harus terlebih dulu ke Pelabuhan Ulee Lheue. Dari pelabutan, Anda bisa menyeberang ke Pulau Weh dengan dua opsi transportasi laut ke Sabang (Pulau Weh), yaitu kapal feri atau speedboat.
Jika dengan speedboat akan dikenakan tarif kurang lebih 50 ribu rupiah per orang, sedangkan dengan kapal feri hanya 20 ribu rupiah saja. Bedanya, speedboat beroperasi 2x sehari dan perjalanan laut ditempuh dengan durasi kira-kira 45 menit, sedangkan jika menggunakan kapal feri dengan persiapan keberangkatan dan menurunkan muatan dan penumpang, perjalanan akan ditempuh dengan waktu nyaris 2 jam.
Karena dari Sabang ke Gampong Iboih masih diperlukan perjalanan darat dengan angkutan umum selama 40 menit, disarankan menggunakan speedboat saja dari Ulee Lheue. Agar bisa segera menemukan hamparan pasir pantai yang putih bersih dan terlindungi oleh hijaunya hutan lindung.
Baca Juga: Membaca Novel Kebangkitan - Leo Tolstoi dan Nihilisme (2-4)
Sebenarnya, pantai Iboih adalah pelabuhan yang dikenal juga dengan nama Teupin Layeu yang memiliki perairan yang dangkal dan berair jernih sehingga menghadirkan gradasi warna biru laut yang khas. Ditambah dengan kemolekan bawah lautnya yang memesona, membuat setiap orang yang datang ingin segera melakukan diving atau cukup snorkeling di sana.
Masyarakat Iboih memiliki keterlibatan yang dirasakan cukup tinggi dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Iboih pada umumnya dan di Pantai Teupin Layeu Iboih pada khususnya. Hal ini tampak dari bermunculannya komunitas-komunitas lokal yang menjadi penyedia jasa dan pemberi layanan wisata kepada para wisatawan. Selain menyediakan penginapan, banyak pula jasa untuk menjadi guide, pengadaan transportasi, berlayar, diving dan snorkeling.
Umumnya, wisata Pantai Iboih ini menjadi satu paket dengan wisata di Pulau Rubiah. Dan di sekeliling Iboih, terdapat lebih dari 20 spot penyelaman di antaranya adalah; bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, dan Seulako Drift.
Baca Juga: WIR Group Akan Kenalkan Prototipe Metaverse Indonesia Saat Presidensi G-20 di Bali
Namun karena letak geografisnya, Pantai Iboih di Sabang kurang ideal untuk menikmati matahari terbenam atau sunset. Kebalikannya, gradasi warna pagi lebih menunjukkan cita rasa alamnya. Setidaknya pada pukul 06.00 pagi, nikmatilah matahari yang terbit (sunrise) nan cantik di pantai ini.**
Artikel Terkait
Lagu Duran Duran dan Dunia Remaja 80-an dalam Kepala Hilman Hariwijaya
Menikmati Wisata Mangrove di Desa Sungai Kupah
Unik! Makan Dilayani Koki Kecil di Grand Hyatt Hotel Jakarta
Mau Sailing, Snorkeling, atau Menikmati Hutan Bakau? Yuk, Ke Desa Sungai Nyalo!