TINEMU.COM - Festival Tanjung Waka 2022 (FTW 2022) digelar pada 26 hingga 29 Maret 2022 di Kepulauan Sula, Ternate, Maluku Utara. FTW 2022 merupakan festival berbasis konsep edu-ekowisata yang memberikan edukasi tentang konservasi.
Event ini juga mengenalkan berbagai budaya yang diwariskan oleh leluhur di Kepulauan Sula. Sehingga wisatawan dapat mempelajari filsafat lokal yang menjadi kekuatan dari Kepulauan Sula.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf) mengapresiasi penyelenggaraan FTW 2022 yang diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Ban Berputar di Jalan, Selamat Sepanjang Jalan
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani Mustafa saat membuka FTW 2022 pada Sabtu, 26 Maret 2022, menyampaikan event ini memantik berbagai kegiatan pariwisata, termasuk bisa menjadi wadah yang menghimpun banyak potensi ekonomi kreatif di Indonesia.
"FTW 2022 ini sangat luar biasa, ada kuliner yang sungguh lengkap, ada atraksi kesenian, keikutsertaan UMKM setempat, dan komunitas. Kegiatan seperti ini perlu berlanjut terus dan harus melibatkan komunitas. Harus memberi manfaat. Event ini bukan hanya selebrasi para pejabat. Waka adalah salah satu contoh, sangat luar biasa," kata Rizki.
Menurut Rizki, unsur-unsur edukasi dalam FTW 2022 sudah terpenuhi. Seperti penari lokal dengan keterlibatan ibu-ibu, anak-anak, juga para nelayan dengan narasi yang terbentuk tentang keindahan lautnya, hingga masyarakat lokal yang menuturkan kisah leluhur mereka dengan filosofi hidup yang menakjubkan.
Baca Juga: Gus Baha : Mulianya Adab Rasulullah, Para Ulama dan Kisah Haru KH Hasyim Asy’ari
Sehingga tingkat partisipasi masyarakat setempat dengan konsep green event dan menggunakan strategi mempertahankan keutuhan dan keaslian ekosistem telah sesuai dengan yang disampaikan Menparekraf yaitu event yang adaptif, inovatif dan kolaboratif.
"Pak Menteri selalu mengamanahkan untuk mengedepankan event dan menjadikan event sebagai pemantik ekonomi lokal. Event dengan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi," kata Rizki.
Berbagai acara pun digelar di Festival Tanjung Waka 2022, di antaranya Gowes Bena Sepeda 60 km FTW 2022, historical camping, coastal cleanup, coral transplantation, sea turtle conservation, traditional dance colossal performance, hingga traditional children games.
Baca Juga: Bangun SDM Unggul, UMN Gandeng Wir Group Kembangkan Metaverse
Selain itu ada juga Live Cooking Seafood Barbeque with Chef Ragil, dokumentasi Indigenous Recipes ibu-ibu desa di Kepulauan Sula bersama Pusaka Rasa Nusantara dan Kedutaan Amerika untuk Indonesia, Attractions of 100 Fishing Boats from 80 Sula Villages, three-days local culinary adventures, Sula Arts & Cultural Expo 2022, Explore Turtle Paradise on Sula, water sports, dan sebagainya.
"Sula Arts & Cultural Expo 2022 ini menampilkan produk UMKM Sula yang memiliki daya tarik dan kualitas prima seperti produk madu, cokelat, kenari, anyaman daun pandan, produk olahan perikanan, kerajinan tangan, dan bisnis kuliner lokal," kata Rizki.
Artikel Terkait
Menparekraf Harap Festival Budaya Tionghoa Jadi Simbol Kebhinekaan
Kisah Panjang di Balik Manisnya Getuk Goreng Sokaraja
Nikmatnya Binte Biluhuta, Sup Pemersatu Khas Gorontalo
Cita Rasa Manis Golla Kambu, Wajiknya Mandar
Menparekraf Dorong Jambi Jadi Kota Kreatif Unggulkan Subsektor Kuliner