Mengunjungi Lumbini, Dimana Siddhartha Lahir dan Mencapai Buddha

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Senin, 16 Mei 2022 | 18:12 WIB
Kuil Mayadewi dan Kolam-Kolam Suci di Lumbini (Ashok Acharya)
Kuil Mayadewi dan Kolam-Kolam Suci di Lumbini (Ashok Acharya)

TINEMU.COM - Lebih dari 2600 tahun lalu, saat Ratu Mayadewi meminta kereta kudanya dihentikan karena ia sudah merasa bahwa bayinya akan segera lahir, begitulah Lumbini sampai sekarang berada. Di Nepal, wilayah India.

Kisah selanjutnya adalah Ratu Mayadewi mensucikan diri dengan air di sebuah kolam lalu berbaring di bawah pohon sal, dan melahirkan Pangeran Siddharta.

Begitu lahir, konon Pangeran Siddharta melangkahkan kaki sebanyak tujuh langkah ke utara, lalu berkata bahwa dirinya tidak akan mengalami kelahiran kembali.

Baca Juga: Cerita Pendek Syria : Tembakan Kedua Dari yang Terakhir

Setelah itu, Pangeran Siddharta dimandikan di kolam yang sama tempat Ratu Mayadewi mensucikan diri. Kisah ini terjadi pada tahun 623 sebelum masehi. Dan karena kisah inilah, Lumbini menjadi tujuan utama orang berziarah.

Namun Lumbini bukan hanya kuil Mayadewi, yang didirikan untuk mengenang kelahiran Pangeran Siddharta, juga bukan hanya kolam-kolam yang dibangun sejak dulu untuk memperingati pensucian Ratu Mayadewi dan Pangeran Siddharta. Dan juga tidak sekadar taman dan pepohonan tempat Pangeran Siddharta berjalan-jalan.

Baca Juga: Cerita dari Syria : Gadis Kecil Penjual Karangan Bunga Melati

Lumbini terdiri dari 30-an kuil, sentra-sentra persemadian, lahan terbuka yang tenang dan tertata. Di Lumbini, kita bisa melihat tempat kelahiran Pangeran Siddharta, menapaktilasi langkah-langkahnya, dan berdiri pada satu titik di mana dulu Pangeran Siddharta keluar dari istana setelah mendapat pencerahan.

Patung Bayi Buddha di Lumbini
Patung Bayi Buddha di Lumbini (Sunil GC)

Pada tahun 1978, Lumbini sudah dibuatkan master plan untuk pembangunannya yang meliputi area dengan panjang 4,8 kilometer dan lebar 1,6 kilometer oleh seorang arsitek dari Jepang bernama Kenzo Tange.

Baca Juga: Inilah Lirik dan Chord serta Makna dari Lagu Rumah Singgah Fabio Asher

Termasuk dalam master plan tersebut adalah Desa Baru Lumbini yang meliputi Museum Lumbini, Pagoda Damai, dan area untuk berbelanja yang letaknya di sebelah utara. Di tengah, dibangun Zona Budaya dan Wihara yang tentu meliputi berbagai wihara yang bisa dibangun oleh komunitas Buddha dari beragam aliran dan wilayah.

Yang terakhir adalah Taman Suci yang tentu saja meliputi Kuil Mayadewi, Kolam Suci, dan Tugu Asoka. Di samping Lumbini, apabila berziarah ke Nepal, bisa juga berkunjung ke reruntuhan dari kota kerajaan Kapilawastu, yang merupakan kerajaan tempat Pangeran Siddharta hidup sampai berumur 29 tahun.

Stupa di Kudan
Stupa di Kudan (Michael Turtle)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X