Delegasi TWG II G20 Diajak Berlayar Menikmati Tari Bali di Atas Kapal Phinisi

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Sabtu, 24 September 2022 | 18:36 WIB
Foto dari kemenparekraf.go.id
Foto dari kemenparekraf.go.id

TINEMU.COM - Bali, 23 September 2022 - The 2nd Tourism Working Group (TWG) yang merupakan salah satu working group dari Presidensi Indonesia KTT G20 tahun 2022 berlangsung pada hari ini, Jumat (23/9/2022) di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, pengalaman, hingga best practice yang dilakukan negara-negara G20, negara tamu, dan lembaga internasional dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai pelaksana The 2nd Tourism Working Group, di akhir acara TWG menjamu seluruh delegasi dalam welcoming sunset dinner yang dilangsungkan di atas kapal Sea Safari Cruise.

Tak sekadar acara penutup the 2nd TWG, delegasi diajak berlayar dan makan malam sambil menikmati suasana malam dan juga ragam keindahan seni budaya Bali.

Para delegasi berangkat dari Pelabuhan Tanjung Benoa dan berlayar di sekitar perairan Laut Benoa selama kurang lebih satu jam. Di bawah langit malam Bali yang cerah, para delegasi disuguhi ragam seni budaya Bali salah satunya Tari Sekar Jagat.

Baca Juga: UKM Asal Bengkulu Ekspor 1.000 Lintah Hidup ke Malaysia

Tari Sekar Jagat biasanya dibawakan oleh para wanita. Gerakan dalam tari ini menggambarkan suatu kedamaian di alam semesta sekaligus menghadirkan suasana yang semerbak oleh wanginya bunga. Tak heran jika tarian ini memiliki ciri khas utama berupa ikatan bunga yang dipegang masing-masing penari.

Tarian selamat datang ini juga menggambarkan kegembiraan penari dalam menyambut para tamu yang hadir. Hal ini sontak membuat delegasi yang memenuhi Sea Safari Cruise langsung terpesona. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikannya di gawai masing-masing.

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf /Baparekraf, Frans Teguh, mengatakan suguhan seni dan budaya dalam acara welcoming dinner diharapkan dapat meninggalkan kesan yang baik bagi para delegasi tentang keindahan juga keragaman seni budaya yang ada di Bali.

"Sekaligus bisa menjadi sarana promosi pariwisata juga ekonomi kreatif yang efektif bagi para delegasi. Sehingga mereka nantinya dapat bercerita lebih jauh tentang betapa indah dan menariknya alam dan budaya Bali," kata Frans Teguh.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf, Diah Martini Paham, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para delegasi dalam acara welcoming dinner setelah seharian penuh melakukan diskusi berbagai hal dalam upaya mendorong pemulihan pariwisata dan membuat pariwisata lebih inklusif dan tangguh.

Foto dari kemenparekraf.go.id
Foto dari kemenparekraf.go.id

Baca Juga: Kurangi Limbah Plastik, Kelompok Kabarti Beri Pelatihan Pengolahan Sampah Anorganik melalui Ecobrick

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Grab Indonesia sehingga kegiatan "Sunset Welcoming Dinner" dapat berjalan dengan baik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Sumber: kemenparekraf.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X