TINEMU.COM - Goethe-Institut kembali menggelar Science Film Festival bagi siswa-siswi SD sampai SMA di 55 kabupaten/kota di Indonesia. Science Film Festival 2022 yang mengusung tema “Kesempatan yang Setara di Dunia Sains” akan memutar film-film internasional disertai berbagai eksperimen sains yang menyenangkan.
Science Film Festival 2022 akan memutar 17 film dari sepuluh negara yakni Afrika Selatan, Austria, Belgia, Chile, Haiti, India, Indonesia, Jerman, Spanyol, serta Thailand yang telah disulihsuarakan ke dalam bahasa Indonesia.
Pembukaan Science Film Festival 2022 di Indonesia digelar di GoetheHaus Jakarta pada Selasa 18 Oktober 2022 dan dihadiri lebih dari 200 pelajar yang menyaksikan film Jerman berjudul Nine-and-a-half - Your Reporters: Unimaginable! - What Thoughts Can Move (2021).
Baca Juga: Science Film Festival 2022 Ajak Pelajar Nonton Film Internasional Disertai Eksperimen Sains
Tema “Kesempatan yang Setara di Dunia Sains” yang diusung Science Film Festival 2022 dimaknai sebagai kondisi yang adil, yaitu saat setiap orang di semua bidang STEM (sains, teknologi, perekayasaan, dan matematika) diperlakukan sama tanpa diskriminasi, prasangka, ataupun sikap mengutamakan kelompok tertentu.
Saat ini, representasi kelompok minoritas dan perempuan di dunia sains pun masih rendah—hal ini menjadi tantangan bagi upaya menciptakan tenaga kerja internasional dalam jumlah yang memadai di bidang sains.
Kesempatan yang setara juga meliputi pengakuan terhadap keberagaman dan inklusi. Keberagaman akan menghadirkan kekayaan talenta di bidang sains dan mendorong inklusi penuh untuk semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah dan FIFA Sepakat Lakukan Tranformasi Total Sepak bola Indonesia
Hasil-hasil besar di bidang STEM dapat dicapai melalui keberadaan tenaga kerja yang beragam dan inklusif; masing-masing membawa latar belakang, perspektif, dan pengalaman yang berbeda dan perbedaan inilah yang memaksimalkan inovasi dan kreativitas di bidang sains.
Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Dr. Stefan Dreyer mengatakan pandemi membuka mata banyak orang bahwa isu keberagaman dan inklusif kian penting.
Science Film Festival merupakan wujud komitmen untuk mengangkat kedua isu ini, menunjukkan bahwa bidang sains terbuka untuk dipelajari dan dapat menjadi lahan pekerjaan bagi siapa saja demi kemajuan masyarakat.
Baca Juga: BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi Basah dan Kering Pada 2023
“Kami berharap, melalui tema tersebut, kami dapat membangun kesadaran generasi muda terhadap inklusi dan keberagaman,” kata Dr. Stefan Dreyer saat konferensi pers dan pembukaan.
Festival tahun ini didukung oleh sejumlah mitra utama, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek); Kedutaan Besar Republik Federal Jerman; inisiatif “Sekolah: Mitra menuju Masa Depan” (PASCH); Bildungskooperation Deutsch (BKD); Rolls-Royce; SEAMEO STEM-ED; Universitas Paramadina; Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; dan Universitas Negeri Jakarta.
Artikel Terkait
Kemenparekraf Dukung PFN Promosikan Pariwisata Lewat Film
Madani International Film Festival 2022, Ikhtiar Mendialogkan Budaya Muslim Dunia
Kontroversi Karakter dalam Film Indonesia
Nonton Bareng Film Semesta: Islands of Faith, Warga Australia Belajar Nilai-Nilai Lokal Indonesia
Science Film Festival 2022 Ajak Pelajar Nonton Film Internasional Disertai Eksperimen Sains