TINEMU.COM - Setiba kembali di ruangan tengah, Ciok-si-sam-hiong sedang merintih-rintih payah. Ciok-lotoa memohon dengan suara lemah, "Maafkan atas kecerobohan kami, ampuni kesalahan kami, orang gagah!”
“Sudah tentu aku mau mengampuni kalian, cuma seperti kataku tadi, aku hanya ingin minta keterangan kepadamu, apa yang kutanya kalian harus katakan sejujurnya, tidak boleh bohong atau kubinasakan kalian!” kata Kok Ham-hi.
“Silahkan tuan tanya, kami pasti akan bicara sejujurnya,” sahut Ciok-lotoa.
Setelah membuka Hiat-to ketiga tawanan itu, lalu Kok Ham-hi bertanya, “Ciok-loji, tadi kau bicara dengan kawanmu tentang sesuatu kejadian yang sangat kebetulan dan serupa, apa maksudnya kejadian serupa itu?”
Ciok-loji terkejut, pikirnya, “Aneh, obrolanku dengan si Han kuda cepat dengan suara pelahan tadi kenapa bisa didengar olehnya?”
Mestinya peristiwa itu tidak boleh dikatakan kepada sembarang orang, tapi di bawah ancaman Kok Ham-hi, terpaksa Ciok-loji harus cari selamat lebih dulu. Setelah tenangkan diri barulah ia berkata, “Ya, di jalanan utara antara Hopek dan Soasay juga terjadi suatu peristiwa yang serupa dengan kejadian di sini.”
“seorang kawan kalangan hek-to disana juga telah berhasil merampas seorang perempuan,” Ciok-loji menambahkan.
“Siapakah kawan kalangan hitam yang kau maksudkan itu?” tanya Kok Ham-hi.
“Seorang Tosu,” tutur Ciok-loji. “Dia juga biasa melakukan perdagangan tanpa modal di kalangan Hek-to seorang diri.”
Apa yang dia maksudkan adalah perbuatan merampok, membegal, artinya Tosu yang dikatakan itu adalah seorang bandit.
“Oh-ciok Tojin bukan maksudmu?” tanya Kok Ham-hi. Nama ini didengarnya dari Ci In-hong.
“Benar, memang Oh-ciok Totiang adanya,” sela Ciok-losam. “Apakah tuan kenal dia?”
Ia menyangka Kok Ham-hi ada hubungan baik dengan Oh-ciok Tojin, diam-diam ia merasa girang. Tapi Kok Ham-hi lantas menjengek, sahutnya: “Ya, memang aku kenal dia, aku sedang mau cari dia!”
Melihat air muka Kok Ham-hi yang berubah itu, Ciok-lotoa tahu gelagat jelek, cepat ia menyambung, "Tosu bau busuk itu memang suka berbuat sembrono, kami sering mengutuk perbuatannya. Seperti sekali ini, ia menggondol lari anak perawan orang, perbuatannya ini terang tidak pantas.”
Ciok-losom yang lebih muda dan ketolol-tololan itu belum mengetahui akan maksud ucapan saudaranya itu, dia malah merasa tidak adil bagi Oh-ciok Tojin, segera ia berkata, “Meski Oh-ciok Tojin suka berbuat sewenang-wenang, tapi biasanya dia bukan manusia yang suka kepada perempuan. Konon menurut apa yang kudengar, katanya perempuan yang dia rampas itu bukan untuk diri sendiri melainkan akan dipersembahkan kepada orang lain. Orang yang inginkan perempuan itupun tidak bermaksud hendak mencemarkan kehormatan tawanannya itu.”
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (235)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (236)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (237)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (238)