Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Kembali Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 16 November 2023 | 10:25 WIB
Kepala Badan Bahasa, Aminudin Aziz saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu pada Selasa, 14 November 2023. (kemdikbud.go.id)
Kepala Badan Bahasa, Aminudin Aziz saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu pada Selasa, 14 November 2023. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat kembali menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang SD dan SMP Se-Jawa Barat dan Banten Tahun 2023 di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 14 November 2023.

Festival Tunas Bahasa Ibu digelar Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dalam bentuk pasanggiri yang terdiri atas tujuh mata lomba, yaitu Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara (Pidato), Nulis Carpon, Maca Sajak, Maca & Nulis Aksara Sunda, dan Borangan (Ngabodor Sorangan).

Festival Tunas Bahasa Ibu yang digelar digelar Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat diikuti sejumlah siswa SD dan SMP dengan total peserta yang hadir 787 orang.

Baca Juga: Beberapa Petuah Abu Bakar Ash Shiddiq RA tentang Pengembangan Diri

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Herawati dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan tahapan akhir dari revitalisasi bahasa daerah yang telah diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat selama tiga tahun berturut-turut.

Sejak tahun 2021, acara ini digelar sebagai upaya untuk melestarikan bahasa, sastra, dan budaya Sunda. Menurut Herawati, pelindungan bahasa daerah, termasuk sastra di dalamnya, merupakan tanggung jawab kita bersama.

“Selain masyarakat pemilik bahasa dan sastra itu sendiri, pemerintah pun tentu ikut hadir dalam usaha pelindungan ini, seperti yang telah diatur dalam Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014,” ujarnya.

Baca Juga: Bahasa Indonesia: Tulisan (Lama) dan (Perubahan) Judul

Kepala Badan Bahasa, Aminudin Aziz menyebutkan bahwa tahun ini ada beberapa catatan penting dari penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu yaitu, adanya tambahan kontingen (peserta) dari Provinsi Banten (Kabupaten Pandeglang dan Lebak) dan Provinsi Jawa Tengah yang hadir sebagai pemerhati.

“Ini adalah kali kedua Provinsi Jawa Tengah hadir sebagai pemerhati. Kebahagian lainnya adalah Pengakuan dari Unesco bahwa Indonesia telah dinyatakan berhasil dalam Revitalisasi Bahasa Daerah,” tuturnya.

Tahun ini, Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) melibatkan 25 Provinsi dengan 72 bahasa daerah. Untuk tahun depan, RBD akan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia dengan 92 bahasa daerah.

Baca Juga: Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (249)

Selanjutnya, Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menuturkan bahwa bahasa ibu di Indonesia kondisinya memprihatinkan karena terancam punah.

Kondisi tersebut semakin parah jika bahasa ibu jarang digunakan oleh masyarakat, tidak ada kepedulian masyarakat untuk melestarikan sehingga bahasa ibu menjadi tergeser oleh bahasa lain yang lebih dominan, seperti bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X