Perkuat Ekosistem Sastra Nasional, Badan Bahasa Gelar Pentas Karya Komunitas Sastra

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 12 Desember 2023 | 07:14 WIB
Salah satu penampilan di Pentas Karya Komunitas Sastra  (kemdikbud.go.id)
Salah satu penampilan di Pentas Karya Komunitas Sastra (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Perwakilan komunitas sastra dari 11 provinsi di Indonesia tampil di Pentas Karya Komunitas Sastra di Teater Besar, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Senin, 11 Desember 2023.

Pentas Karya Komunitas Sastra penerima bantuan pemerintah bidang kebahasaan dan kesastraan 2023 ini digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pentas Karya Komunitas Sastra yang mengusung tema "Sastra Perekat Kebinekaan" dimeriahkan dengan pementasan mendongeng, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan teater oleh perwakilan komunitas sastra serta penampilan beberapa maestro sastra nasional.

Baca Juga: Soft K-Pop Concert Project Festival Siap Menggempur Solo!

Perwakilan komunitas sastra yang tampil pada Pentas Karya Komunitas Sastra antara lain yaitu Rumah Baca dan Kreativitas Tanah Ombak dari Sumatera Barat, Perkumpulan Sabda Bunian dari Kepulauan Riau, Rumah Kreatif Suku Seni Riau dari Riau, dan Sanggar Seni Budaya Batin Penghulu Provinsi Jambi.

Selanjutnya Komunitas Dongeng Dakocan dari Lampung, Komunitas Ngejah dari Jawa Barat, Komunitas Studi Sastra Tiga Gunung dari Jawa Tengah, Komunitas Masyarakat Lumpur dari Jawa Timur, Langkau Etnika Kalbar dari Kalimantan Barat, Komunitas Mahima dari Bali, dan Komunitas Seni Lobo dari Sulawesi Tengah.

Pentas Karya Komunitas Sastra juga menampilkan beberapa sastrawan nasional yang akan menampilkan pertunjukan teater, baca puisi, dan baca cerpen, yakni Putu Wijaya, Sutardji Calzoum Bachri, Godi Suwarna berkolaborasi dengan Sifa Putri Yandani (Pemenang I Maca Sajak Tingkat SMP Kategori Putri, Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Jawa Barat tahun 2023), Iman Soleh, Agus R. Sarjono bersama Teater Forum, juga Isbedy Stiawan Z.S. dan E.M. Yogiswara.

Baca Juga: Beginilah Jika Puisi-Puisi Tomas Transtromer Dibedah Nietzche

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti mengatakan bahwa Kemendikbudristek berkomitmen untuk membangun dan memperkuat ekosistem sastra.

Program bantuan pemerintah penguatan sastra diharapkan dapat dapat meningkatkan peran komunitas sastra sebagai pihak pemroduksi karya, penggerak sekaligus penguat dalam membangun kesastraan di tengah masyarakat, serta mengembangkan kesastraan dan meluaskan produk karyanya.

"Kami ingin bantuan yang kami berikan ini bisa menjadi pemantik, untuk membantu komunitas-komunitas sastra yang selama ini telah berkontribusi dalam menggiatkan sastra di wilayahnya masing-masing," ungkap Suharti.

Baca Juga: Mengenal Penyair Tomas Tranströmer, Kompleksitas Hubungan antara Pikiran dan Perasaan

Ketika berbicara tentang sastra, lanjut Suharti, Kemendikbudristek tidak hanya melibatkan para maestro atau sastrawan terkenal saja. Namun, juga mendorong pelibatan peserta didik dan kaum muda.

"Kami berharap dari wajah-wajah muda yang hadir saat ini akan muncul sastrawan-sastrawan masa depan," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X