TINEMU.COM- Di sebelah lain Liong-siang Hoat-ong juga sedang menempur Beng Siau-kang dengan tidak kurang dahsyatnya, kekuatan kedua orang masih seimbang, tapi bila salah seorang meleng sedikit pasti akan binasa.
Saat itu barisan depan dari pasukan berkuda Mongol sudah mulai menerjang k eatas gunung.
Dengan khawatir Bing-sia lantas menyerukan Li Su-lam dan lain-lain agar ambil tindakan cepat untuk membereskan musuh bila mereka sendiri tidak mau terkepung oleh pasukan musuh.
“Kok-sute, mari kita membantu suhu,” kata In-hong kepada Kok Ham-hi.
Namun Kheng Thian-kong lantas membentak mereka agar jangan ikut maju, sedangkan Hoa Thian-hong mendadak juga membentak, “Kena !”
Berbareng itu sinar pedang berkelebat, tusukan Hoa Thian-hong telah mengenai Hiat-to di dengkul Yang Thian-lui.
Tapi Yang Thian-lui masih sempat meloncat tinggi ke atas, mendadak kedua tangannya menghantam ke bawah.
Sambil mengertak Kheng Thian-kong pasang kuda-kuda dengan kuat, kedua tangannya memapak hantaman musuh, terdengarlah suara benturan keras, tubuh Yang Thian-lui yang besar itu mencelat beberapa meter jauhnya.
Rupanya keadaan Yang Thian-lui sudah payah, mirip pelita yang kehabisan minyak, waktu ia menggigit ujung lidah dan menyemburkan darah adalah untuk menghimpun sisa tenaga dengan tujuan mengadakan gempuran terakhir.
Tak terduga Hiat-to di dengkulnya tertusuk pedang lebih dulu, tenaga murninya buyar, karena itu adu pukulannya dengan Kheng Thian-kong menjadi kalah, tubuhnya mencelat pergi dan jatuhnya kebetulan berada di samping To hong.
Melihat kesempatan bagus untuk membalas dendam, segera To Hong menubruk maju sambil membentak, “Mampus kau sekarang, bangsat tua!”
Yang Thian-lui menjadi murka, dengan menggerung seperti harimau gila, mendadak ia melompat tinggi keatas sambil membentak, “Budak busuk, kaupun berani menghina aku!”
Dengan pentang kedua tangannya segera ia menubruk ke bawah.
“Celaka !” seru Nyo Wan khawatir, bersama Li Su-lam mereka lantas memburu maju.
Akan tetapi, sebelum mereka mendekat, tiba-tiba terdengarlah jeritan yang menyayat hati, Yang Thian-lui telah berjumpalitan di atas udara untuk kemudian jatuhnya ke bawah kebetulan di tepi jurang, baru kakinya menempel tanah, mendadak tergelincir ke sana terus jatuh ke bawah jurang.
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (325)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (326)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (327)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (328)