Reuni Para Pendiri Sastra Reboan di Peluncuran Buku Punggung Panggung

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Jumat, 31 Mei 2024 | 13:37 WIB
Pose bersama para pendiri Sastra Reboan juga sosok sosok yang ikut nguri-uri sastra Reboan.
Pose bersama para pendiri Sastra Reboan juga sosok sosok yang ikut nguri-uri sastra Reboan.

TINEMU.COM – Seminggu menjelang tanggal 29 Mei 2024, selentingan kegiatan berkaitan dengan acara Ultah Sastra Reboan ke 16 telah santer di group WA yang biasanya sepi dari celetukan anggotanya.

Bahkan jauh sebelumnya saat koordinator acara meminta seluruh anggota group WA Sastra Reboan yang mayoritas memang berisi para pendiri serta penggagas Sastra Reboan untuk mengirimkan naskah puisi yang akan dibukukan dalam sebuah antologi.

Sofyan RH Zaid yang menjadi penanggung jawab penerbitan buku serta persiapan acara launching terlihat cukup intens melaporkan tahapan penerbitan buku. Termasuk ketika secara personal mengajak diskusi Zay Lawanglangit berkaitan dengan perubahan judul buku Sastra Reboan, yang awalnya “Kontemplasi” menjadi “Punggung Panggung” Meretas Jejak 16 Th Sastra Reboan.

Buku Punggung Panggung 16 Th Sastra Reboan ini merupakan buku ke 4. Sedangkan buku pertama Sastra Reboan berjudul Kerlip Puisi Gebyar Cerpen, buku kedua Cinta Gugat dan buku ketiga Bulu Waktu.

Seperti diketahui di dalam group WA Sastra Reboan yang didalamnya adalah mayoritas para pendiri dan penggagas lahirnya Sastra Reboan di antaranya Slamet Widodo, Yo Sugianto, Zabidi Zay Lawanglangit, Deddy Tri Riyadi, Ilenk Rembulan, Sahlul Fuad, Sofyan RH Zaid, Nina Yuliana, Dorsey Silalahi dan Agus Grave.

Meski tak semua aktif bertegur sapa tapi mayoritas para pendiri Sastra Reboan dalam group WA itu tampak menyempatkan diri untuk berbagi info dalam kaitannya dengan persiapan ultah Sastra Reboan ke 16 itu.

Baca Juga: Kisah Keluarga Cemara Jadi Pentas Drama Musikal, Nonton Yuk!

Begitu juga sehari menjelang acara di dalam group sudah terbaca siapa yang berkesempatan bisa hadir dan membacakan puisinya yang terhimpun dalam buku Punggung Panggung Sastra Reboan.

Sofyan RH Zaid melaporkan bahwa backdrop ultah 16 th Sastra Reboan telah terpasang sejak jam 4 sore. Kemudian menjelang maghrib sudah tampak Sahlul Fuad, Slamet Widodo, Deddy Tri Riyadi, Ilenk Rembulan, Zabidi Zay Lawanglangit, Setiyo Bardono, Sofyan Rh Zaid dan Budhi Setyawan, asyik masyuk menikmati sore dengan secangkir kopi.

Sore yang meriah di Bulungan. Para penggagas Sastra Reboan yang hadir telah lama tak saling berjumpa lewat darat. Maka momentum ultah ke 16 lantas menjadi ajang saling melepas kangen.

Menjelang pukul 19.00 malam para penyair, anggota komunitas, fotografer dan tamu-tamu lain mulai memenuhi bangku-bangku di Wapres Bulungan. Tampak hadir diantaranya Jose Rizal Manua, Ananda Sukarlan, Nanang R Supriyatin, Dyah Kencono Puspito, Kurnia Effendi, Endah Sulwesi, M Gunawan Alif, Harry Cahyono, Imam Ma’arif, Anto Baret dan masih banyak lagi.

Selepas adzan Isya acara dimulai. Duo MC Purworejo Setiyo Bardono dan Budhi Setyawan membuka acara. Selepas pembacaan doa oleh Sahlul Fuad acara dilanjutkan dengan testimoni.

Baca Juga: Peluncuran Buku Punggung Panggung Warnai Perayaan Ulang Tahun ke-16 Sastra Reboan

Ketua Komisi Simpul Seni Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Imam Ma’arif dalam testimoninya menyampaikan bahwa tidak banyak komunitas sastra yang bisa eksis dalam jangka waktu lama. Selama 16 tahun, Sastra Reboan telah konsisten mengadakan kegiatan baca puisi dan penerbitan buku.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas-komunitas lain dan bisa juga dikaji mengapa Sastra Reboan sampai hari ini bisa bertahan dengan orang yang sama,” tuturnya.

Imam Ma’arif menyampaikan bahwa DKJ memiliki kepentingan agar ekosistem sastra berjalan. “Sekali lagi saya berterima kasih bahwa komunitas Sastra Reboan sampai hari ini masih eksis hidup. Dan kalau bisa seribu tahun yang akan datang komunitas Sastra Reboan ini masih ada,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X