Persahabatan Korea Selatan dan Indonesia di Batik Motif Mugunghwa

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 19 Juni 2024 | 14:44 WIB
Batik Motif Mugunghwa yang menjadi materi pengajaran di Program Magang Budaya merepresentasikan persahabatan Korea Selatan dan Indonesia. (kemdikbud.go.id)
Batik Motif Mugunghwa yang menjadi materi pengajaran di Program Magang Budaya merepresentasikan persahabatan Korea Selatan dan Indonesia. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Batik motif Mugunghwa (Hibiscus syriacus) menjadi bagian dari materi pengajaran Program Magang Budaya yang digelar oleh Perwakilan Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan pada 1 April - 30 Juni 2024 di Aula Busan University of Foreign Studies.

Mugunghwa merupakan bunga nasional Korea Selatan, sering dijumpai dalam berbagai simbol kenegaraan, menjadikannya pilihan yang tepat untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat Korea Selatan.

Batik motif Mugunghwa dipilih untuk memudahkan penerimaan batik oleh masyarakat Korea Selatan serta sebagai simbol harapan akan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Baca Juga: AHM Hadirkan New Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser

Program Magang Budaya melibatkan lima orang akademisi ataupun praktisi kebudayaan terpilih dari Indonesia.

Salah satu pelatihan yaitu batik, telah dimulai sejak 7 Mei 2024 dan disampaikan secara interaktif oleh Frangky Kurniawan, seorang peserta Magang Budaya yang berprofesi sebagai guru dan praktisi seni dari Jember, Jawa Timur.

Frangky Kurniawan terpilih untuk mengajarkan proses pembuatan batik dengan berbagai teknik kepada masyarakat Korea Selatan.

Baca Juga: URMazing Run 2024 Pertemukan Olahraga dengan Tantangan Unik

"Kami ingin memastikan bahwa seni batik bisa dinikmati dan dipelajari oleh siapa saja, tanpa batasan usia atau latar belakang," ucap Frangky.

Selain kursus singkat yang diselenggarakan oleh Indonesia Centre, berbagai kegiatan pendukung seperti lokakarya dan pameran batik juga diadakan.

Lokakarya bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam pembuatan batik, sementara pameran menampilkan karya-karya batik yang indah untuk menarik minat masyarakat mancanegara.

Baca Juga: Erafone National Tournament 2024, Tawarkan Hadiah Total Rp200 Juta

Frangky memilih motif Mugunghwa sebagai bagian dari materi pengajaran karena merupakan bunga nasional Korea Selatan.

"Dengan menggunakan motif Mugunghwa, kami berharap batik tidak hanya menjadi seni yang diapresiasi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan dua budaya yang berbeda," jelas Frangky.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X