TINEMU.COM - Karya kolaborasi peserta Residensi Pemajuan Kebudayaan tampil dalam pertunjukan THE SHOWCASE pada 31 Agustus 2024 di Halaman Taman Fatahillah, Kawasan Kota Tua Jakarta.
Residensi Pemajuan Kebudayaan, program yang digagas oleh Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, menjadi wadah kolaborasi seniman lintas negara dalam berkreasi untuk turut memajukan kebudayaan Indonesia.
Sebanyak 18 peserta internasional yang berpartisipasi pada program ini telah menyelesaikan pelatihannya selama residensi, dan menghasilkan karya kolaborasi bersama 30 peserta nasional serta 23 peserta lokal di masing-masing lokasi pelaksanaan.
Baca Juga: Album Kedua Arash Buana Refleksi Diri di Usia 21 : Rilis 6 September
Di Pekanbaru, Provinsi Riau yang terbagi menjadi empat grup telah menghasilkan karya kolaborasi musikalisasi dari tradisi lisan melalui karya-karya musikal. Grup Satu menampilkan "UTOPIALLITY Vol. 1."
Karya ini merupakan karya musik elektro-akustik eksperimental yang merespon tradisi lisan dari cerita rakyat "Sibongsu dan Sicuriang" yang berasal dari Rokan Hulu, Riau, yang merepresentasikan kisah cinta sejoli yang penuh magis dan tragedi melalui komposisi musik yang menggabungkan unsur-unsur tradisi lisan setempat seperti Koba, Baandung, Badandong, dan Malalak.
Grup Dua menampilkan “The Sansuduong,” yang disajikan secara ansambel dan dimainkan dalam format electro-acoustic. Penggunaan soundscape dalam komposisi menekankan suasana yang beragam atas penghayatan alam di Kampar.
Baca Juga: Ardhito Pramono bentuk Wijaya 80 Lantunkan Spirit 1980-an
Basis skala/scale pada karya ini dipengaruhi oleh tradisi lisan Baghandu, Melalak dan Badondong. Grup Tiga menampilkan "Metaphysical Riverside" sebagai interpretasi terhadap keberagaman Sastra lisan di Kampar sebagai bagian dari spiritualitas masyarakatnya, hal ini terlampir pada Sastra Kuno Gurindam 12 pada Rangkap 7.
Adapun Grup Empat menampilkan “BONSU”, sebagai rekontruksi metode pengkaryaan dalam konteks pelindungan sastra atau upaya untuk menjaga, melestarikan, serta mempertahankan dan mengembangkan sastra agar tetap digunakan oleh masyarakat pemilik sastra sebagai warisan budaya.
Dalam proses pengkaryaannya berupaya membangun pengulangan yang terjadi dalam membentuk struktur musikal, yang terbagi dalam bentuk triologi.
Baca Juga: Alam Sutera Property Expo 2024, Rayakan Tiga Dekade Hadirkan Produk Hunian Idaman
Para peserta residensi yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta telah menghasilkan karya kolaborasi yang merupakan pengembangan Olahraga Tradisional Jemparingan melalui karya Teatrikal yakni "Manah Jemparingan."
Selain itu melalui residensi ini juga digagas sebuah pameran yang mengangkat Jemparingan, "Pameran Olahraga dan Olahrasa."
Artikel Terkait
Ditjen Kebudayaan Dorong Pemenuhan Hak Jaminan Sosial Bagi Pelaku Budaya
Antara Heritage Center, Ikon Baru Destinasi Wisata Budaya dan Jurnalistik di Jakarta
Ragam Adat Budaya dan Atraksi Perang Tampil di Festival Budaya Lembah Baliem
Gelar LEGASI, Kemendikbudristek Kenalkan Warisan Budaya Indonesia di Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI
Promosikan Warisan Budaya, Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara 2024 Siap Digelar