Koleksi Terbesar Art Basel Kini Hadir di TV Samsung

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Kamis, 19 Juni 2025 | 08:28 WIB
Koleksi terbesar Art Basel hadir di TV Samsung, (Samsung Newsroom)
Koleksi terbesar Art Basel hadir di TV Samsung, (Samsung Newsroom)

TINEMU.COM - Samsung Electronics kembali membuat gebrakan di dunia seni digital dengan meluncurkan koleksi Art Basel in Basel (ABB), sebuah kurasi eksklusif karya seni digital yang kini tersedia pada TV Samsung melalui Samsung Art Store.

Koleksi ini menjadi yang terbesar dalam sejarah kerjasama Samsung dan Art Basel, dengan menghadirkan tambahan 38 karya pilihan dari seniman dan galeri ternama dunia Art Basel in Basel.

Koleksi ini sebagai bagian dari total 77 karya dalam keseluruhan koleksi Art Basel, menandai tonggak baru dalam misi menghadirkan seni kelas dunia ke audiens yang lebih luas.

Baca Juga: Dino Jelusic dan Jeff Scott Soto Siap Guncang Jakarta EPrix 2025 bersama Dewa 19 All Stars!

Koleksi Art Basel in Basel tampil menonjol karena mengedepankan keberagaman, baik dari segi latar belakang, medium, hingga perspektif artistik. Koleksi ini juga mencakup galeri yang berbasis di Afrika, memperluas jangkauan global dan memperkaya nilai budaya dari kolaborasi Samsung x Art Basel.

Beberapa karya dari koleksi ini akan ditampilkan langsung di pameran Art Basel yang digelar pada 19-22 Juni di Messe Basel, Swiss.

Visi Ekspresi Global

Dipilih dari lebih dari 100 pengajuan karya, 38 karya yang masuk dalam koleksi Art Basel in Basel dikurasi secara ketat dengan focus pada keberagaman seniman, variasi medium, serta representasi geografis.

Baca Juga: Film 'GJLS: Ibuku Ibu-Ibu' Empat Hari Tayang Sudah 300.000 Penonton!

Koleksi ini merayakan baik seniman pendatang baru maupun tokoh berpengaruh di dunia seni, sejalan dengan komitmen Art Basel untuk menjunjung tinggi seni kontemporer dari seluruh penjuru dunia. .

Beberapa sorotan dari koleksi ini antara lain:

- Roméo Mivekannin, “Young woman with peonies after Frédéric Bazille” (2023): Penafsiran ulang yang menarik dari potret klasik melalui perspektif pascakolonial.

- Basim Magdy, “An Intergalactic Messenger Teleported us to a Cave Settlement Ruled by Shared Compassion and Humility” (2022): Eksplorasi futurisme utopis yang penuh semangat.

Baca Juga: Ditressiber Polda Metro Jaya Tangkap Tersangka Hack Email dengan Nilai Fantastis

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: Samsung Newsroom

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X