Motif Amalan, Tema Artjog 2025 yang “Menyesatkan” Tapi “Edgy”

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Rabu, 9 Juli 2025 | 19:21 WIB
Foto karya Yoshi Fajar
Foto karya Yoshi Fajar

TINEMU.COM - Catatan Rahman Seblat.
ARTJOG 2025 mengangkat tema besar Trilogi "Motif" telah dimulai sejak 2023, dengan sebelumnya pada tahun 2023 mengangkat tema "Motif: Lamaran" dilanjutkan pada tahun 2024 dengan tema  "Motif: Ramalan" (2024). 

Kemudian rangkaian itu  ditutup pada tahun ini 2025 berusaha fokus menyoroti praktik seni sebagai tindakan kebaikan/ amalan  yang berdampak secara sosial, tujuannya  mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali fungsi dan nilai seni yang melampaui estetika, serta melihat karya seni sebagai 'hadiah' untuk kebaikan hidup bersama. (mengutip Hendro Wiyanto, kurator ARTJOG)

Menurut Hendro Wiyanto, kurator ARTJOG 2025.  Tema “Motif Amalan”  ini mendorong pembacaan ulang terhadap praktik seni, bukan hanya dari sisi estetika, tetapi juga keterlibatan dan dampaknya pada isu sosial, politik, dan kehidupan sehari-hari,

"Amalan" dalam konteks ini tidak hanya merujuk pada definisi kamus yang terkait pahala, tetapi lebih pada perbuatan aktif seniman dalam berkontribusi positif bagi masyarakat, dengan melihat seni sebagai "hadiah" untuk kebaikan bersama yang tidak bisa diukur dengan nilai laba-rugi. 

(Seni sebagai tindakan kebaikan)

Sebagai Festival, ARTJOG 2025  kali ini dimaksudkan menjadi ruang refleksi dan kolaborasi yang menghubungkan seni dengan kehidupan nyata, kemudian mendorong seni sebagai langkah nyata dalam menciptakan kebaikan bersama. 

Salah satu karya yang mencoba merefleksikan praktik kerja nyata yang sudah dipraktikkan secara intens oleh senimannya bisa ditemui pada karya Yoshi Fajar Kresno Murti. Bersama warga dusun Clumprit, Samigaluh, Menoreh, berkolaborasi denganPesantren Ekologi Misykat Al Anwar, Yoshi menghadirkan potongan tajuk dari sebuah bangunan masjid yang sedang direnovasi.

Foto karya Yoshi Fajar
Foto karya Yoshi Fajar

Aktivitas ini melibatkan seluruh warga dengan memaknainya sebagai amalan Bersama, baik berupa doa, tenaga , ide dan dana pembiayaan. Semua mewujud menjadi amalan yang menyatukan warga dalam semangat kekaryaan.

Mengutip dari tulisan di katalog ARTJOG 2025, Praktik arsitektur ugahari Yoshi bersifat sosial-lingkungan, relasional, berbasis sumberdaya dan berorientasi proses. Dengan menggunakan anarki sebagai perspektif, praktik ini bermaksud mengambil alih otoritas produksi ruang dan kembali pada yang menghidupi.

ARTJOG 2025 dengan tema ini bertujuan untuk mengetuk sensibilitas setiap pribadi, mengajak pengunjung untuk merenungkan "amalan" apa yang bisa diberikan bagi sesama, dan menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi dunia. 

Meski pada kenyataannya dari obrolan pendek dengan beberapa pengunjung, rata-rata mereka bingung dan gagal paham dengan tema yang diangkat.

Tetapi buat pengunjung yang rerata anak muda, kebutuhan mereka mendatangi pameran lebih ke kebutuhan tampil, lalu selfie dan eksis di dunia maya dengan mengunggah beragam pose mereka di dalam ruang pameran. Penulis sempat berbincang dengan dua orang remaja yang sedang menikmati karya video Reza Rahardian.

Dua remaja ini tampak kebingungan dengan maksud dari video seni yang ditampilkan. Mereka lebih menikmatikegantengan model video daripada suntuk memahami maksud dari adegan-demi adegan yang ditampilkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X