TINEMU.COM - Catatan Rahman Seblat - !8 Juli 2025
Di sebuah sudut gedung Galeri Nasional, sebuah energi kreatif berdenyut kencang. Bukan dari pameran lukisan megah, melainkan dari aktivitas di ruang tak terlalu besar yang menjadi markas Senin Grafis.
Di sana, beberapa orang tampak asyik dan tekun, mencukil karet lino, lalu dengan hati-hati mencetaknya di atas kertas menggunakan mesin pres manual. Hasilnya? Gambar cetakan didominasi hitam putih yang artistik, sebuah karya seni cetak tinggi (relief print) murni yang lahir dari tangan-tangan terampil.
Kelompok Senin Grafis ini merupakan bagian dari program seni di Galeri Nasional, berdampingan dengan program populer lainnya seperti Kamis Sketsa. Namun, Senin Grafis tak hanya berdiam diri di studio.
Mereka secara rutin menggelar lokakarya grafis yang menjangkau berbagai kalangan masyarakat: dari ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga siswa SMA. Setiap Senin, tak henti-hentinya masyarakat, baik individu maupun kelompok, berdatangan untuk terlibat langsung dalam keseruan mencukil.
Bahkan, rombongan mahasiswa beserta dosennya kerap datang berjanji untuk merasakan langsung pengalaman berkarya seni grafis.
Ruangan kecil di Galeri Nasional itu benar-benar menjelma menjadi oase yang meneduhkan. Bagi jiwa-jiwa yang haus akan kontemplasi, ruang ini menawarkan wadah untuk berdialog dengan garis dan warna.
Sosok di Balik Senin Grafis
Salah satu motor penggerak komunitas ini adalah Puji Bagyo, seniman grafis jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) angkatan 1993. Karyanya bergaya realis, menangkap esensi kehidupan sehari-hari masyarakat jelata dengan goresan khas yang menggambarkan gelap terang objek secara artistik.
Selain menghasilkan karya pribadi, Puji juga aktif menjadi instruktur lokakarya bersama sekitar 15 seniman lain yang juga aktif di komunitas Senin Grafis.
Kehadiran alumni ISI tak hanya dari angkatan Puji. Ada Bu Monika, lulusan ISI Yogyakarta yang lebih senior, yang datang tidak sekadar untuk berkarya, tetapi juga untuk bernostalgia dan bertemu teman lama yang kini berdomisili di Jakarta. Tak hanya dari ISI Yogyakarta, pegiat seni dari berbagai kampus turut meramaikan lokakarya cukil kayu ini. Toni Malakian, kartunis asal Semarang, bahkan menyebut lokakarya grafis di Galnas sebagai "ruang hangat yang menyenangkan".
Bersama Adeline Ruth, seorang mahasiswi asal Jakarta, mereka terlihat serius menyuntuki papan karet lino, menciptakan gambar sesuai imajinasi dan tema yang telah dipilih.
Mengembangkan Seni Grafis ke Berbagai Lini
Kegiatan kelompok Senin Grafis tidak melulu terfokus di studio Galeri Nasional. Mereka juga aktif berkegiatan di luar, seperti saat berpartisipasi dalam acara "Palmerah Yuk" di Bentara Budaya Jakarta.
Dalam acara tersebut, Senin Grafis menggelar lokakarya cetak cukil langsung di atas T-shirt dan tote bag, yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Selain itu, mereka juga memamerkan berbagai produk turunan dari karya grafis, seperti merchandise T-shirt, tote bag, sapu tangan, dan lainnya.