Dari Jalanan New York ke Menteng: 30 Patung KAWS di Meiro Gallery

photo author
Zabidi Sayidi, Tinemu
- Minggu, 7 September 2025 | 21:18 WIB
Poster KAWS dan •	Together, Brown – Open Edition, 2018.
Poster KAWS dan • Together, Brown – Open Edition, 2018.

TINEMU.COM - Mulai 9 September hingga Oktober 2025, Meiro Gallery membuka pintunya bagi publik dengan suguhan yang tidak biasa: 30 patung KAWS dalam berbagai ekspresi. Bertempat di Meiro Gallery, Ranuza Building, Lantai 2 – Art Hub, Jalan Timor No. 10, Menteng, Jakarta Pusat, pameran ini menjadi titik temu antara seni global dan rasa ingin tahu lokal.

Namun, perlu digarisbawahi sejak awal, seperti ditegaskan Kenny Yustana, founder Meiro Gallery, ini bukan pameran resmi sang seniman, Brian Donnelly alias KAWS. Seluruh karya yang dipajang adalah koleksi pribadi yang dikurasi khusus.

Justru karena itu atmosfernya terasa lebih intim—seolah kita sedang mengintip ruang koleksi seorang penggemar berat, bukan sekadar menghadiri agenda pameran megah dengan lampu sorot menyilaukan.

Koleksi yang Mengundang Rasa Ingin Tahu

Deretan patung KAWS yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari ikon klasik hingga variasi yang jarang ditemui. Beberapa karya menonjol antara lain:

  • Along The Way (Brown, Gray, Black) – Vinyl Art Sculpture, 2019.
  • Companion (Gray, Black) – Open Edition, 2016.
  • Flayed Companion, Brown – Open Edition, 2018.
  • Holiday Series: Shanghai (2024), Singapore (2024), UK (2021).
  • Small Lie, Brown – Open Edition, 2017.
  • Snoopy (2012) dan Woodstock (2012)
  • Take, Pink – Open Edition, 2017.
  • Together, Brown – Open Edition, 2018.

Bagi kolektor maupun penikmat seni kasual, daftar ini segera memicu nostalgia sekaligus rasa kagum. Ada Companion yang murung dengan tangan menutupi wajah, ada Flayed yang separuh tubuhnya dikuliti hingga memperlihatkan organ berwarna-warni, hingga Holiday yang pernah “berwisata” keliling dunia dengan balon tiup raksasa.

Tiga diantara 30 ekspresi patung KAWS yang siap menyambut anda di MEIRO Gallery
Tiga diantara 30 ekspresi patung KAWS yang siap menyambut anda di MEIRO Gallery

Siapa Sebenarnya KAWS?

Nama “KAWS” bukanlah nama lahir. Sosok di baliknya adalah Brian Donnelly, kelahiran 1974 dari New Jersey, Amerika Serikat. Sebelum mendunia sebagai seniman patung dan kolaborator mode, Donnelly hanyalah ilustrator yang pernah bekerja untuk serial animasi Disney 101 Dalmatians, Daria, dan Doug.

Kariernya berawal dari grafiti di Manhattan. Ia menandai dinding kota dengan tulisan “KAWS”—dipilih semata karena menyukai bentuk hurufnya. Dari sana ia merambah “subvertising”: mencuri ruang iklan bus stop untuk menempelkan figur kartun modifikasinya. Salah satu karya awalnya bahkan menyusup di balik wajah Christy Turlington dalam iklan Calvin Klein.

Tahun 1999 menjadi titik balik besar. Donnelly diajak berkolaborasi oleh brand streetwear Jepang Bounty Hunter, menghasilkan figur Companion. Karakter mirip Mickey Mouse dengan tengkorak, tulang bersilang, dan mata berbentuk salib ini segera menjelma ikon lintas budaya. Dari mainan terbatas, ia kemudian berkembang ke patung raksasa, instalasi publik, hingga kolaborasi fesyen kelas dunia.

Dari Jalanan ke Langit

Puncak spektakel karya KAWS muncul pada 2019 ketika Companion tiup setinggi 38 meter terapung di Pelabuhan Victoria, Hong Kong. Patung seberat 40 ton ini sebelumnya juga melayang di langit Seoul dan Taipei dalam rangkaian proyek Holiday. Dari grafiti jalanan, karya KAWS menjelma jadi tontonan global, sekaligus bukti bagaimana seni bisa bertransformasi menjadi peristiwa budaya massal.

Antara Seni Tinggi dan Budaya Pop

KAWS kerap disejajarkan dengan Jean-Michel Basquiat dan Keith Haring, seniman jalanan New York yang kemudian masuk kanon museum. Dari sisi estetika populer, ia juga disebut “warisan Warhol” atau “sepupu Jeff Koons”. Kurator Michael Auping bahkan menyebutnya sebagai “mimpi terburuk Clement Greenberg”—kritikus modernis yang menolak pencampuran seni tinggi dan rendah.

Namun, justru di situlah daya tarik KAWS: ia berani mengaburkan batas antara monumental dan ringan. Snoopy, Simpsons, hingga Spongebob pernah ia transformasi dengan mata silang khasnya. Bagi KAWS, ikon pop maupun ikon museum sama-sama bahan baku budaya.

Dari Museum ke Fortnite

Transformasi karya KAWS tidak berhenti di galeri. Ia sudah masuk ke museum besar dunia: Brooklyn Museum, Yorkshire Sculpture Park, hingga National Gallery of Victoria. Pada 2022, pamerannya di Serpentine Gallery, London, bahkan diadaptasi ke dalam peta di gim Fortnite—dan tercatat sebagai pameran seni paling banyak dikunjungi sepanjang sejarah. Seni KAWS bukan hanya untuk dipandang, tapi juga dimainkan dan dibagikan.

Koleksi patung KAWS yang terpajang di MEIRO Gallery
Koleksi patung KAWS yang terpajang di MEIRO Gallery

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zabidi Sayidi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X