Nilai Pasar yang Meledak
Seni KAWS bukan hanya fenomena visual, melainkan juga ekonomi. Menurut laporan Artnet, harga karyanya melesat tajam pada akhir 2010-an. Tahun 2017, rata-rata karya KAWS di lelang mencapai lebih dari USD 80 ribu—dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Setahun kemudian, lima karyanya tembus di atas USD 1 juta dengan total penjualan USD 33,8 juta.
Puncaknya pada 2019, nilai lelangnya mendekati USD 40 juta. Meski sempat turun, popularitasnya tetap stabil. Di Instagram, lebih dari 1,8 juta unggahan bertagar #kaws mendominasi lini masa—jauh melampaui Jeff Koons atau Damien Hirst.
Kolaborasi Lintas Dunia
Selain patung dan instalasi, KAWS aktif berkolaborasi dengan industri mode. Ia pernah mendirikan label Original Fake, lalu bekerja sama dengan Bathing Ape, Uniqlo, Supreme, hingga The North Face.
Momen paling ikonik mungkin saat Paris Fashion Week 2019, ketika Kim Jones dari Dior menghadirkan patung bunga merah muda setinggi 10 meter—karakter “BFF” KAWS—sebagai latar catwalk. Dior Bee juga mendapat sentuhan ulang khas KAWS, lalu diproduksi dalam bentuk mainan edisi terbatas. Dari galeri seni, karya KAWS meluncur ke lemari pakaian dan feed Instagram jutaan penggemar.
KAWS di Jakarta
Maka, kehadiran 30 patung KAWS di Meiro Gallery bukanlah peristiwa sepele. Ini bukan sekadar pameran koleksi pribadi, melainkan kesempatan langka bagi publik Indonesia untuk berinteraksi langsung dengan karya-karya seniman yang telah menembus batas seni tinggi, budaya pop, dan industri hiburan global.
KAWS adalah kisah tentang seorang anak muda dengan spidol grafiti yang menjelma fenomena dunia—tanpa kehilangan sisi “bermain” dalam karyanya. Dan di Menteng, Jakarta, kita diajak ikut bermain sejenak di dunia imajinasi itu.
Pameran: KAWS Collection – Meiro Gallery
Ranuza Building, Lt. 2 - Art Hub, Jl. Timor No. 10, Menteng, Jakarta Pusat
9 September - Oktober 2025