TINEMU.COM - Kuda Cepe itu adalah kuda perang yang sudah terlatih, ketika majikannya terguling ke bawah bukit, segera kuda itu pun lari ke samping sang majikan. Sekujur badan Cepe sudah babak belur dan berdarah terluka oleh duri belukar serta batu kerikil tajam, lukanya jauh lebih parah daripada Li Su-lam, tapi dia masih sanggup mencemplak ke atas kudanya dan kabur.
Li Su-lam lantas mengucapkan terima kasih kepada laki-laki pendek tadi.
“Aku pun mesti berterima kasih padamu, jika kau tidak melelahkan dia lebih dahulu mungkin aku tidak sanggup mengalahkan dia,” ujar laki-laki itu dengan tertawa.
“Li-kongcu, tentunya kau tahu siapakah aku bukan?” Sambil bicara laki-laki itu pun menanggalkan baju sehingga sebelah bahunya tampak bekas luka sebesar mata uang.
Perusuh yang meninggalkan surat padanya malam itu, memang tidak diketahui wajahnya, tapi dari perawakan dan ilmu pedangnya dapatlah Li Su-lam menduga tentu laki-laki pendek inilah orangnya. Apalagi bekas luka terkena pisau jago pengawal yang kini diperlihatkan ini lebih-lebih meyakinkan lagi akan dugaan Li Su-lam.
Baca Juga: Sri Asih (2022) Kekacauan Penceritaan Pahlawan yang Tidak Membumi
“Banyak terima kasih atas petunjukmu,” ujar Su-lam. “Sekarang aku sudah datang menurut ajakanmu, entah ada urusan apa engkau mengundang aku?”
“Bukan aku yang mengundang kau, tapi seorang yang tinggal di Siong-hong-kok sini ingin menjumpai kau, aku cuma mengundang kau baginya.”
“Siapakah beliau?” tanya Su-lam.
“Setelah ketemu dia tentu kau akan tahu sendiri. Aku cuma ingin tanya kau, bukankah sekarang dalam benakmu penuh tanda tanya.”
“Benar. Makanya aku sengaja datang buat minta penjelasan.”
"Hanya orang itulah yang dapat memberi keterangan padamu. Baiklah, marilah ikut padaku. Nanti kita bicarakan lebih lanjut.”
Tanpa ragu-ragu Su-lam lantas mengikuti orang itu. Di tengah jalan ia coba tanya namanya dan baru diketahui namanya, Nyo To.
Baca Juga: Hermawan Kartajaya Bongkar Strategi Menangkan Persaingan Bisnis Pasca Pandemi
“Loh-yap-kiam-hoat tang dimainkan Nyo-heng tadi sungguh hebat sekali, apakah barangkali Nyo-heng berasal dari Go-bi-pay?” tanya Su-lam.
Artikel Terkait
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (19)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (20)
Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (21)