Cerbung : Pahlawan Padang Gurun (98)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Minggu, 18 Juni 2023 | 09:00 WIB
Sampul Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)
Sampul Cerbung Pahlawan Padang Gurun (Playground AI)

TINEMU.COM - Sudah tentu Su-lam tidak tahu bahwa di dalam makanan dan arak yang berserakan diatas meja itu tercampur obat tidur, sebab itulah dia tidak tahu tipu muslihat keji To Liong, sebaliknya menyangka Nyo Wan telah berfoya-foya mencari senang dengan teman lelakinya.

Sementara itu pelayan datang membersihkan kamar. Kucing belang yang masih tidur lelap itupun dibawa pergi. Lantaran Su-lam lagi dirundung kemasgulan, maka terhadap kucing yang tidak wajar itupun tidak diperhatikannya.

“Di dalam kamar ini hanya ada buntalan ini dan kukira tiada sesuatu benda berharga lain, maka boleh kau tinggalkan buntalan ini disini, nanti kalau tamu perempuan itu pulang boleh kuserahkan kembali padanya,” kata Su-lam.

Sudah tentu pemilik hotel lebih suka terhindar dari tanggung jawab, maka ia mengiakan saja, lalu mengundurkan diri. Setelah pemilik hotel pergi, Su-lam menutup pintu kamar dan coba membuka buntalan itu, isinya adalah dua perangkat pakaian Nyo Wan yang sudah tua dan kotor, rupanya belum sempat dicuci. Pakaian-pakaian itu dipakai Nyo Wan ketika masih bersama Su-lam, meski dia sudah ganti pakaian baru, namun dia tidak lupa pada kekasih yang hilang, pakaian lama tetap disimpannya sebagai kenangan.

Baca Juga: KAI, IRPS, dan 3D Zaiku Siap Pecahkan Rekor Pembuatan Miniatur Lokomotif 3D Print Terbesar Se-Indonesia

Melihat barangnya menjadi teringat pula kepada orangnya, terasa pilu hati Su-lam, remuk redam rasanya. Terkenang kepada cinta kasih yang sudah terjalin, semakin pedih hatinya. Apakah mungkin cintanya hanya palsu belaka? Saking gemasnya mendadak ia lolos pedang dan menghancurkan sebuah cermin sebagai perlambang cermin yang sudah pecah sukar dibulatkan kembali.

Setelah melampiaskan rasa gusarnya, kemudian Su-lam menjadi malu dan mencela diri sendiri, pikirnya, “Kenapa kau marah padanya?” Dia kan tidak utang sesuatu padamu, sebaliknya terlalu banyak kau berutang padanya. Dia pernah merawat ayahmu tanpa kenal capek, kakaknya mati demi membela kau. Sekarang kau tidak mampu melindungi dia, sedangkan dia sudah sebatangkara di dunia ini, kenapa kau menyalahkan dia mencari pasangan baru? Padahal dia juga belum menjadi istrimu secara resmi, iapun tidak tahu keadaanmu hidup atau mati, mana boleh kau anggap dia tidak setia padamu? Sebenarnya semula kaupun tidak ingin memperistrikan dia, mengapa sekarang kau merasa marah lantaran dia mencari pasangan lain? Sudahlah, anggap saja kau tidak pernah kenal dia.”

Selagi pikirannya bergolak tak teratasi, tiba-tiba terasa angin berkesiur,waktu Su-lam menoleh, tertampak seorang telah melompat masuk melalui jendela. Kiranya To Liong adanya.

Kembalinya To Liong adalah mencari Nyo Wan. Dia tidak tahu apakah Nyo Wan sudah mengetahui rahasia arak yang ditaruh obat tidue, maka dalam hati kecilnya masih menaruh harapan semoga Nyo Wan belum pergi, tapi sedang menantikan pulangnya.

Baca Juga: Urus Sertifikasi Halal Lebih Mudah dan Murah, Ini Faktanya

Walaupun begitu, namun karena pikirannya masih ragu-ragu dan kuatir To Hong dan Ciok Bok menyusulnya, maka ia tidak mau kembali kekamarnya melalui pintu hotel, soalnya ia tidak mau buang tempo dan akan segera angkat kaki bila Nyo Wan masih menunggu dikamar hotel.

Tak terduga, begitu berada didalam kamar Nyo Wan tidak kelihatan, yang ada hanya seorang pemuda yang termangu-manug di situ. Sebelumnya To Liong tidak kenal Li Su-lam, tapi pernah melihat gambarnya, maka segera ia dapat menduga siapa yang dihadapinya. Tapi ia pura-pura membentak, “Siapa kau? Mengapa kau berani memasuki kamarku?”

Sejak di dalam kamar itu memangnya Su-lam sudah siap untuk menghadapi kembalinya Nyo Wan dan kawan barunya, maka datangnya To Liong tidak membuatnya kaget. Hanya saja ia bingung juga dan berdebar-debar ketika pemuda yang sekamar dengan Nyo Wan ini mendadak muncul di hadapannya.

To Liong pikir Su-lam adalah buronan dari Mongol, kalau aku dapat membekuknya tentu akan sangat dihargai oleh pangeran Tin-kok. Tapi diketahui pula Li Su-lam adalah murid kesayangan Kok Peng-yang, tentunya tidak gampang ditangkap begitu saja. Sebaliknya ia rada keder juga ketika melihat Su-lam melotot ke arahnya dengan sikap menantang.

Baca Juga: Mengenal Body Dysmorphic Disorder Yang Dialami Megan Fox

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X