temu-serasi

Syiska Diranti Ventia: Menyapa Dunia Lewat “Sileo Ergo Vivo” di Art Moments 2025

Minggu, 10 Agustus 2025 | 21:51 WIB
Syiska di depan karyanya “Sileo Ergo Vivo”: Aku diam, maka aku hidup (2025)

Kisah Syiska adalah pengingat bahwa seni selalu menemukan jalannya kembali ke mereka yang mencintainya. Ia mungkin sempat menjauh, tapi sapuan kuas selalu memanggil pulang. Lewat warna dan air, ia kembali membangun rumah yang pernah ia tinggalkan—rumah yang kali ini tak hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga sumber keberanian untuk bermimpi.

Syiska Diranti Ventia bersama Agus Budiyanto dan kawan-kawan ABAS

Dan di antara riuhnya Art Moments, di tengah deretan karya dan percakapan seni, barangkali seseorang akan berhenti di depan ”Sileo Ergo Vivo”. Dalam cat air puitis ini, Syiska Diranti Ventia mengeksplorasi keheningan bukan sebagai kekosongan, melainkan sebagai kehadiran. Sileo yang terbentuk dari tekstur yang mengalir dan hening ini mencerminkan dunia batin di mana keheningan menjadi kekuatan.

“Sileo Ergo Vivo” - Aku diam, maka aku hidup - adalah pengingat lembut bahwa dalam keheningan, kita terhubung kembali dengan apa yang sesungguhnya hidup di dalam diri kita, dan merasakan getaran yang sama seperti yang dirasakan Syiska ketika melukisnya: sebuah percakapan tanpa kata, tapi penuh makna.***

Halaman:

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB