Trisula Album Nicky Astria: Gersang (Bagian 3- Tamat)

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Minggu, 24 Juli 2022 | 19:44 WIB
Album Kaset Nicky Astria  (Diambil dari YouTube Tembang Kenangan)
Album Kaset Nicky Astria (Diambil dari YouTube Tembang Kenangan)

TINEMU.COM - Album kaset Nicky Astria bertajuk Gersang termasuk yang paling banyak lagu-lagunya dikenal penggemar dan cukup variatif sehingga pendengar jadi punya banyak pilihan iramanya saat memutar album ini.

Album Gersang (Kar’na Siapa) dirilis format kaset oleh Aquarius Ind. pada tahun 1987. Album ini berisi 10 lagu yaitu pada Side A: Gersang (Kar’na Siapa), Belenggu, Jam, Kangen, dan Bebas Lepas. Pada Side B: Selamat Pagi Joni, Sesaknya Kota, Lentera Cnta, Karenamu, dan Jerit Anak Manusia. Musisi yang terlibat di album ini adalah Ian Antono (drum, bass, backing vokal), Jelly Tobing (drum), Yockie Suryoprayogo (kibor).

Dari album ini juga ada 2 lagu yang sangat terkenal yaitu Gersang (Kar’na Siapa) karya Ian Antono dan Lentera Cinta karya Bucky Wikagoe, kakak Nicky Astria. Lagu lain yang sempat terdengar terputar di radio adalah Belenggu, Jam, Bebas Lepas, dan Jerit Anak Manusia.

Baca Juga: Trisula Album Nicky Astria: Tangan-Tangan Setan (Bagian 2)

Sekilas lagu Gersang (Kar’na Siapa) ada pola drum yang mirip dengan lagu Livin’ on A Prayer dari Bon Jovi yang rilis tahun 1986. Lagu Gersang ini diawali dengan suara lengkingan gitar, loop, kibor dan drum, yang kemudian membuat pola rancak.

Lagu ini terasa sangat bertenaga dari awal sampai selesai dengan harmoni yang cukup asyik dari semua instrumen yang dimainkan serta ada sedikit perubahan ketukan sehingga lagu ini tidak jadi yang lurus saja tetapi ada patahan atau jeda dari kencangnya tempo.

Lirik lagu ini sarat pesan untuk peduli lingkungan. Bahwa penebangan hutan bisa berakibat pada bumi yang gundul dan gersang sehingga punya pengaruh pada kenaikan suhu bumi (global warming), kemudian bisa memicu bencana tanah longsor dan banjir, dapat disimak di bait: Kini tak pernah aku nikmati lagi/ Indahnya alam desaku/ Sawah yang hijau dulu luas terbentang/ Ke mana tak nampak lagi// Tak kudengar lagi seruling gembala/ Lagukan kidung pujian/ Tiada kudengar lagi desah dedaunan/ Mewarnai alam ini.

Baca Juga: Trisula Album Nicky Astria: Jarum Neraka (Bagian 1)

Ada majas personifikasi dari daun yang bisa berdesah dan hiperbolis pada larik mewarnai alam ini. Secara umum bahasa di lagu ini masih mudah dicerna, meskipun beberapa larik puisi ada bagian yang memuat perlambang atau perumpamaan sehingga tidak terlalu lugas namun tetap komunikatif.

Lagu Lentera Cinta menjadi slow rock klasik Nicky yang sangat dikenal setelah Misteri Cinta dari album Jarum Neraka. Lagu Lentera Cinta diawali dengan petikan gitar akustik yang manis dan kemudian disusul drum serta bass, yang diiringi suara distorsi gitar serta kibor, membuat lagu ini di awal sudah menjanjikan harmoni yang kuat. Interlude diisi dengan kibor suara akustik dan disusul gitar elektrik untuk menuju vokal Nicky di refrein lagi.

Lirik lagu ini mengandung majas hiperbola dengan ungkapan seribu kali yang mencoba menyesuaikan dengan suasana rindu atau jatuh cinta aku lirik. Lirik Lagu yang puitis yaitu Seribu kali kucoba menghindari/ Seribu kali kucoba tak Kembali/ Namun langkahku menjadi kian pasti/ Menatap bayangmu dalam cinta yang semu// Seribu kali ku menatap gambarmu/
Seribu kali 'ku menyebut namamu/ Hasrat padamu kian mendesak kalbu/ Namun selalu aku merasakan tak mampu//

Baca Juga: Review Shoah: Salah Satu Film Paling Mulia yang Pernah Dibuat

Lagu Belenggu karya Jimmy D dalam irama slow rock yang cukup patah-patah iramanya, kesan samar dan jauh, diawali dengan sampling drum dan kibor seperti angin mendesau. Vokal Nicky benar-benar dieksplorasi di nada tinggi di beberapa bagian akhir dari larik lagu ini.

Suara kibor termasuk dominan dengan interlude suara gitar Ian yang tidak panjang. Bagian lirik yang puitis ada di bagian awal lagu yaitu Hitam pekat malam berselimut kelam/ Gelap dingin sunyi bias alam mimpi/ Bulan pun gelisah wajah-wajah resah/ Datang dalam jiwa merobek nurani.

Lagu Jam karya Areng Widodo masih dalam rock tempo sedang yang ada sekilas pola ketukan dan beberapa nada seperti lagu Tangan-Tangan Setan. Lagu diawali dengan riff gitar dan kibor, dan disusul bass dan drum menjadi irama cukup penuh dan solid.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Memahami Filosofi Warna dalam Budaya Bali

Jumat, 17 April 2026 | 07:58 WIB

Puisi Hafiz Shirazi Lebih Berbahaya dari Filsafat?

Sabtu, 11 April 2026 | 18:29 WIB

'Warung Pocong', Ketika Komika Main Film Horor

Senin, 6 April 2026 | 14:18 WIB

'Pelangi di Mars', Kecantikan Visual yang Kosong

Senin, 16 Maret 2026 | 13:11 WIB

Cerpen: Kain Putih untuk Malam Terakhir

Jumat, 27 Februari 2026 | 22:58 WIB

'Titip Bunda di Surga-Mu' Tak Sekedar Mengharu Biru

Sabtu, 14 Februari 2026 | 12:49 WIB
X