TINEMU.COM- "Sejak YouTube hadir di Indonesia, platform multi-platform dan multi-category ini membawa dampak besar bagi kemajuan industri musik di indonesia. Tak hanya membantu menemukan talenta baru baru dari seluruh pelosok negara, YouTube juga memungkinkan para musisi tanah air mendapatkan penghasilan dari hal yang mereka lakukan dan gemari. Hal tersebut sejalan dengan misi AMI Awards yang telah digelar selama 26 tahun," kata Candra Darusman, Ketua Umum Yayasan AMI di XXI Lounge Plaza Senayan (6/11).
"Kami berharap ada sinergi yang baik antara YouTube dan pelaku industri musik di Indonesia, selain juga tetap menghormati perlindungan hak-hak musisi Indonesia. Kegiatan ekonomi dari perkembangan dunia digital ini harus kita kawal terus, misalnya peraturan yang jelas tentang IP atau Intellectual Property. Di zaman digital prasarananya harus ada, harus catch up terus," tambah Candra.
Menurut data laporan YouTube Impact Report Tahun 2023 ada lebih dari 400 ribu kreator dan mitra di indonesia mempekerjakan orang lain untuk mengelola channel YouTube mereka.
Baca Juga: Kemendikbudristek Dukung Perlindungan Terhadap Musisi Tradisi
Dari laporan tersebut berisi 83% perusahaan musik yang memiliki kanal YouTube untuk mengenalkan artisnya, 82% perusahaan musik dengan saluran YouTube setuju bahwa YouTube membantu menjangkau audiens, 77% perusahaan musik telah meningkatkan bakat kreatif di industri musik dan sebanyak 86% kreator menghasilkan uang dari YouTube.
"Musik juga merupakan jantung dari kebudayaan dan kami sangat senang bisa menjadi bagian darinya, misalnya kreator dari Lombok, Tami Aulia hingga Afgan yang telah menembus panggung internasional. Kreator dan musisi indonesia terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seniman juga penghibur di masa kini," kata Paul Smith, Managing Director, YouTube Music, Asia Pasifik.
Baca Juga: Good Morning Everyone, Yure Andini, JeJa dan Qudrah Seru-Seruan di Boleh Gig
"Buat saya yang terpenting dari kanal YouTube saya ingin lebih dikenal dengan lagu karya sendiri, karena dimulai dari membawakan lagu-lagu orang lain," jelas Tami, salah satu musisi atau kreator asal Lombok.
Ia memanfaatkan teknologi tersebut untuk dapat mengembangkan diri di industri musik tidak hanya sebagai tempat untuk mencari audiens tetapi juga sebagai wadah untuk mencari informasi, mencari inspirasi dan belajar dari musisi yang terlebih dahulu. Hingga kini Tami memiliki channel atau kanal YouTube dengan lebih dari 3,96 juta subscriber dan ditonton lebih dari 900 juta. **
foto : Donny Anggoro
Artikel Terkait
Kemenparekraf Dukung Pengembangan Karakter IP Komik Indonesia
Huawei Dukung Tata Kelola Data Digital sebagai Kebijakan Pembangunan
Gelar International Kawi Culture Festival, BRIN Dukung Riset Budaya Kawi
Kemendikbudristek Dukung Perlindungan Terhadap Musisi Tradisi