Sri Mulyani: Waspada Kenaikan Harga Beras!

photo author
Dedy Tri Riyadi, Tinemu
- Jumat, 23 Februari 2024 | 12:24 WIB
Ilustrasi mengendong sekarung beras (Poe AI)
Ilustrasi mengendong sekarung beras (Poe AI)

TINEMU.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan harga beras yang sejak awal tahun sudah mencapai 7,7% (kumulatif sejak awal tahun) perlu diwaspadai.

Menurut Menteri Keuangan, kenaikan harga beras dapat menyebabkan fluktuasi inflasi pangan.

“Sampai 21 Februari, harga beras kami rata-rata mencapai Rp 15.175." Demikian dikatakan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN di Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (23 Februari 2024).

Ia mengatakan, “Hal inilah yang menyebabkan gejolak inflasi pangan dalam headline inflasi pembangunan kita”.

Baca Juga: ARCH:ID 2024, Pameran Arsitektur Bergengsi di Tanah Air

Sri Mulyani mencatat hingga akhir Januari 2024, inflasi pangan di Indonesia bergejolak sebesar 7,2% year-on-year.

Namun menurutnya, tingkat inflasi Indonesia masih tergolong aman bahkan cenderung lebih rendah dibandingkan negara maju lainnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia tercatat sebesar 2,57% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,19, naik dari 102,55 pada Januari 2023.

“Inflasi di Indonesia relatif lebih rendah dibandingkan negara lain. Meskipun kami juga memperhatikan kenaikan harga beras bulanan hingga 7,7% sejak awal tahun,” ujarnya.

Baca Juga: Film Horor Pulau Hantu Rasa Baru Segera Diproduksi!

Lebih lanjut Bendahara Negara menjelaskan, hingga akhir Januari 2024, inflasi inti tercatat sebesar 1,68% (year-on-year) dan harga terkendali sebesar 1,74% (dibandingkan periode yang sama tahun lalu).

Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, lanjut Sri Mulyani, kenaikan harga pangan lain seperti bawang putih, cabai merah, daging ayam, dan telur juga perlu diwaspadai.

Hingga 21 Februari 2024, harga pangan bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 1,9%. Cabai merah mencatatkan kenaikan harga sebesar 17,0%, daging ayam ras meningkat 2,2%, dan telur ayam ras meningkat 3,9%.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya menstabilkan harga pangan menjelang hari raya keagamaan mendatang.

Baca Juga: Electhree Colors Hadirkan City Pop yang Menyegarkan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Tri Riyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X