TINEMU.COM- Sejak Asean Games 2018, konser-konser besar seperti Cold Play, Ed Sheeran, Metallica, Judas Priest, Deep Purple, Helloween, MLTR, The Corrs, David Foster, dan lain-lain menjadi perhatian dunia tentunya memberikan dampak positif bagi industri pariwisata Jakarta. Yaitu dengan menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kemampuan masyarakat pekerja event (EO, Event Organizer).
Tapi ketika Jakarta sudah bukan Ibukota ada gagasan menarik siapkah Jakarta menjadi destinasi kota hiburan internasional? Hal tersebut diungkap dalam acara Al Wahhab “Iftar Happiness Hope” yang digelar oleh Forum Backstagers Indonesia DPD DKI di kawasan Kemang Jakarta (3/4/2024).
Acara yang juga diramaikan penampilan khusus Pasha Chrismansyah, penyanyi yang juga putra penyanyi legendaris Chrisye tersebut dihadiri para pemangku kepentingan industri event untuk membahas peluang yang terkait dengan mengoptimalkan potensi kota Jakarta sebagai destinasi utama untuk acara-acara internasional.
Baca Juga: Pemerintah Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan Palestina dan Sudan
Setelah Ibukota berpindah ke IKN, mereka mengusulkan Jakarta diposisikan sebagai pusat yang menjanjikan bagi pengembangan industri hiburan internasional. Dengan infrastruktur yang berkembang pesat, sumber daya manusia yang berkualitas, dan keragaman budaya yang kaya, Jakarta memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi magnet bagi acara-acara internasional yang beragam dan berkelas.
"Saya setuju Jakarta menjadi etalase dunia untuk bisnis hiburan internasional. Pengalaman saya membuat banyak acara konser musik hingga ke Bali, misalnya konser Saigon Kick, sebenarnya tak hanya membuktikan Jakarta saja sebagai tempat yang potensial. Konser-konser besar sangat mungkin pula dilakukan di kota-kota lain. Sedangkan Jakarta punya keunikan dengan berhasil mengumpulkan beragam budaya Indonesia di satu tempat," kata Adrie Subono, promotor senior dalam industri hiburan Indonesia, Java Musikindo.
"Pada akhirnya, kunci keberhasilan Jakarta sebagai destinasi hiburan internasional terletak pada kolaborasi dan komitmen bersama," ungkap Harry Koko Santoso, seorang pengusaha event senior sekaligus penasehat Forum Backstagers Indonesia. "Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri ini, memastikan bahwa Jakarta bisa memunculkan budaya Indonesia yang beragam. Musik Indonesia, kearifan lokal Indonesia yang dikemas dalam Even Kelas Dunia”, tambahnya.
Baca Juga: KAI Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Rekrutmen
"Jakarta memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat hiburan internasional. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, kita bisa menciptakan pengalaman-pengalaman unik dan bagi pengunjung dari seluruh dunia," kata Lingga Purwa Adji, Ketua Forum Backstagers Indonesia DPD DKI, dan seorang praktisi event.
Ketua Umum Forum Backstagers Indonesia Sofyan Nasution menambahkan, “Melalui kerjasama yang erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, mereka yakin bahwa impian ini dapat diwujudkan, organisasi siap mendukung dengan keterampilan yang dimiliki, Viva Backstagers!”.
Diskusi ini juga dihadiri event-event kreatif yang akan muncul seperti Jakarta Match Boxing Competition sebagai Sportainment. Juga Jakarta Mods Mayday 2024, yang menyatakan diri siap kolaborasi bagi Jakarta, ujar Dyo Aleathea dan Uthay, penggagasnya. "Jakarta potensial untuk destinasi hiburan, contohnya bioskop saja masih lebih banyak di kota ini dibandingkan di kota-kota lain. Ini menunjukkan industri film kita masih baik, selama sutradara film punya tempat untuk menayangkan filmnya," tambah Dyo Aleathea. **
Artikel Terkait
The Changcuters Terima Tantangan dari Mie Sedaap!
250 Warga Sumba Barat Daya Ikuti Bazar Murah di Koramil Laratama
Produser Rilis MV 'Dua Sisi', Lagu Andalan Debut Albumnya
Babi Rusa dan Warthog, Serupa Tapi Tak Sama