Kompak! Aliansi Warga Bayen Bersatu Dukung Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Sabtu, 6 April 2024 | 07:05 WIB
foto Samara UIN Yogyakarta
foto Samara UIN Yogyakarta

TINEMU.COM- Guna mendukung program pemerintah dalam penyediaan infrastruktur jalan tol di wilayah selatan pulau Jawa, Aliansi Warga Bayen Bersatu mengadakan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat di padukuhan Bayen, kalurahan Purwomartani, kapanewon Kalasan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Aliansi Warga Bayen Bersatu merupakan kelompok warga padukuhan Bayen yang diketuai oleh Andaka yang juga merupakan Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah tersebut.

Aliansi warga ini didirikan guna merespon adanya permasalahan-permasalahan yang timbul dari dampak proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo, baik itu permasalahan yang berdampak langsung maupun tidak langsung dari adanya proyek pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah padukuhan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman, DIY.

Baca Juga: Beragam Tradisi di Nusantara Sambut Idul Fitri

Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri (Lebaran) 1 Syawal 1445 Hijriah (H), acara yang dikemas dalam bentuk diskusi dan buka puasa bersama (bukber) pada Rabu 3 April 2024 sore ini turut dihadiri perwakilan dari Kepolisian Daerah (Polda) DIY dan PT. Jasa Marga Jogja Solo (JMJ).

Foto bersama pendukung Aliansi.
Foto bersama pendukung Aliansi. (foto Samara UIN Yogyakarta)

Pada kesempatan itu, warga terdampak tol menyampaikan aspirasinya seputar proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo yang melintasi padukuhan mereka, pada prinsipnya warga Bayen mendukung kelancaran proyek tersebut karena masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dukuh Bayen Mukti Sukamdani mengungkapkan, salah satu permasalahan yang sempat dirasakan warganya adalah ketidakjelasan soal pemindahan makam.

Baca Juga: Kolaborasi yang Berani Melstore JKT, Oemah Etnik dan Tokopedia di IFW 2024

"Terdapat dua lahan pemakaman di padukuhan kami yang harus direlokasi karena terkena dampak tol. Masing-masing luasnya 700-an meter persegi dan 114 meter persegi dengan total kurang lebih 300 pusara," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis 4 April 2024. Mukti melanjutkan, setelah dilakukan mediasi bersama perangkat kalurahan dan pihak kontraktor, kemudian muncul titik terang.

"Rencananya, makam akan dipindah ke lahan berstatus Tanah Kas Desa (TKD) yang terletak di sebelah selatan wilayah padukuhan Bayen," ucapnya.

"Dari pihak kalurahan sudah menyiapkan lahan seluas 2.000 meter ditambah untuk akses jalan masuk 650 meter. Sekarang tinggal menunggu soal kepastian anggaran relokasi makam," imbuh Mukti.

Baca Juga: Boyway & The Palmeiros Rilis Lagu karya Ade Paloh

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Aliansi Warga Bayen Bersatu Andaka. Dia menegaskan bahwa pihaknya mendukung proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo, walaupun diakuinya sebelumnya memang sempat ada persoalan sehingga warga merasa harus bergerak melakukan aksi unjuk rasa. Namun, dengan dibantu pihak Polda DIY, warga akhirnya bisa menjalani mediasi dengan PT. JMJ.

Dukuh Bayen Mukti Sukamdani
Dukuh Bayen Mukti Sukamdani (foto Samara UIN Yogyakarta)

"Dengan dibentuknya Aliansi Warga Bayen Bersatu diharapkan bisa menjadi forum untuk menjembatani aspirasi warga kepada pihak pemerintah maupun instansi terkait, sehubungan dengan dinamika atau persoalan yang muncul dari adanya proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X