Utamakan Keselamatan, KAI Pertahankan Budaya ‘Tunjuk-Sebut’

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 07:47 WIB
KAI secara konsisten terus mempertahankan budaya disiplin para personilnya melalui penerapan metode Tunjuk-Sebut. (kai.id)
KAI secara konsisten terus mempertahankan budaya disiplin para personilnya melalui penerapan metode Tunjuk-Sebut. (kai.id)

TINEMU.COM - Sebagai salah satu langkah konkrit dalam peningkatan keselamatan perjalanan kereta api, KAI secara konsisten terus mempertahankan budaya disiplin para personilnya melalui penerapan metode “Tunjuk-Sebut” atau dalam bahasa Jepang bernama Yubisashi Kanko.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengungkapkan, metode yang berasal dari Jepang ini, bermula dari seorang masinis lokomotif uap Jepang bernama Yasoichi Hori yang mengalami sakit mata saat melaksanakan dinas.

“Untuk memastikan sinyal yang dilihatnya, ia menyebutkan status sinyal (aman, hati - hati atau berhenti) kepada stocker (Asisten Masinis),” ungkap Anne Purba dikutip dari keterangan tertulis di laman kai.id pada Selasa, 29 Oktober 2024.

Baca Juga: Cerita Hersanti Safira, Lulus S1 dan S2 Cumlaude di FEB UGM

Anne mengatakan, bahwa metode budaya “Tunjuk-Sebut” dimulai diperkenalkan di lingkungan persinyalan elektrik di wilayah Jabotabek pada tahun 1993 dan terus dipertahankan serta berkembang menjadi suatu kewajiban bagi personil operasional KAI Group hingga kini.

KAI tidak hanya berfokus pada peningkatan keselamatan melalui penggunaan kemajuan tekhnologi semata, tetapi juga pada pengembangan budaya kerja yang disiplin dan terintegrasi.

Metode tersebut terbukti efektif dalam mengurangi kesalahan operasional yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Djiva Fest 2024: Peduli Kesehatan Mental dengan Konsep Piknik dan Pameran Seni

Mekanisme tunjuk sebut yang dijalankan di KAI yaitu:

- Fokus dan konsentrasi: Menunjuk dengan jari membantu masinis memusatkan perhatian pada objek penting, mengurangi kemungkinan teralihkan oleh hal lain.

- Pengurangan kesalahan: Tindakan menunjuk dan menyebut status sinyal secara bersamaan menciptakan jeda yang dapat mencegah kesalahan akibat perilaku refleksif.

- Memori yang kuat: Penyebutan suara memperkuat ingatan tentang tindakan yang dilakukan, sehingga lebih mudah untuk diingat dan diperiksa kembali.

Baca Juga: 'All You Can Hear Gigs' dari Podcast jadi Festival Musik: Mau Nonton yang Mana?

- Deteksi kesalahan: Penyebutan suara juga membantu masinis mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan dengan lebih efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X