TINEMU.COM- Perjuangan FESMI (Federasi Serikat Musisi Indonesia) yang dipelopori oleh Candra Darusman dan kini dengan Cholil Mahmud sebagai PLT Ketua Umum, telah berhasil membangun kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan jaminan sosial bagi profesi musisi dan para pekerja di bidang musik.
Band-band papan atas tanah air, seperti KAHITNA, RAN, POTRET, dan HiVi! pun telah menerima perlindungan jaminan sosial setelah resmi terdaftar melalui Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta - Grogol. Kelanjutan dari kabar baik ini terjadi pekan lalu, saat Ahli Waris Maestro Kebudayaan Alm. Almujazi Mulku Zamari yang berasal dari Bau Bau Sulawesi Tenggara dan Almh. Ibu Jariah yang berasal dari Kabupaten Bungo provinsi Jambi resmi menerima santunan jaminan sosial yang diserahkan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, serta Anggoro Eko Cahyo selaku Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan
“Jaminan sosial ini juga bentuk pengakuan negara atas profesi bidang kebudayaan yang memiliki hak setara dengan profesi-profesi di bidang lain," kata Fadli Zon saat menyerahkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris dari kedua maestro budaya tersebut yang telah berpulang.
Baca Juga: Perlindungan Hukum dan BPJS Ketenagakerjaan Fokus FESMI untuk Anggotanya
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi para maestro budaya. Pihaknya berharap hal ini juga dapat menginspirasi Kementerian lain sebagai upaya untuk membentuk SDM yang berkualitas melalui optimalisasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Dengan semakin banyak maestro yang terlindungi diharapkan mereka bisa berkarya tanpa rasa cemas, sehingga dapat terus melestarikan budaya leluhur sekaligus mewariskannya kepada para generasi muda," kata Anggoro. Penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan merupakan maestro budaya yang yang telah dikurasi oleh Kementerian atas jasa serta kontribusinya dalam melestarikan sekaligus memajukan budaya daerah. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi dengan mengikutsertakan para pekerja budaya dalam Program BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenkebud, Restu Gunawan, menyebutkan hingga saat ini sudah tercatat 90 maestro budaya dari kurasi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI), Anugerah Musik Indonesia (AMI), dan Festival Film Indonesia (FFI) yang telah mendapat manfaat jaminan sosial dari pemerintah. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua FESMI, menyampaikan rasa syukurnya atas program jaminan sosial dalam rangka melindungi para pekerja seni dan budaya serta pelaku industri kreatif di Indonesia.
Baca Juga: FESMI Dorong Pelaku Musik di Yogyakarta dan Solo Berserikat
“Semoga program ini terus membawa kebaikan bagi kita bersama dan bagi industri tempat kita bekerja, semua harus mendapatkan manfaat jaminan sosial”, ucap Yovie.
Menyikapi perkembangan positif ini, Kepala Kantor BPJamsostek Jakarta Grogol, Rommi Irawan, ikut menyatakan optimismenya bahwa akan semakin banyak yang bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan terus dilakukannya program sosialisasi serta edukasi kepada para pelaku seni, budaya dan industri kreatif, beserta ekosistemnya.**
Artikel Terkait
Kepengurusan Baru FESMI Berkomitmen Membantu Musisi
Ini Dia JUMBO, Film Animasi Panjang Visinema Studios!
Film Terbaru Hanung Bramantyo Lolos Seleksi 'Big Screen Competition' di IFFR, Belanda
Gala Premiere 'Ambyar Mak Byar' di Solo, Bikin Joget dan Nyanyi Bareng di Bioskop