TINEMU.COM- Federasi Serikat Musisi Indonesia atau FESMI resmi mengumumkan kepengurusan barunya periode 2023-2026, di Galeri Indonesia Kaya (16/11). Kini FESMI resmi dipimpin Yovie Widianto menggantikan Candra Darusman di periode sebelumnya (2020-2023).
“Kami ingin meneruskan segala manfaat keanggotaan organisasi yang sudah terbangun agar dapat sustainable atau berlanjut. Mempererat hubungan dengan musisi di pusat dan daerah untuk tujuan mengenalkan pentingnya berorganisasi demi keberlanjutan profesi, baik melalui digital dan juga komunikasi langsung yang berdampak dan efektif,” ungkap Yovie.
Lebih lanjut, Yovie di masa kepemimpinannya berharap FESMI mampu menjadi organisasi bermutu yang kredibel relevan,berperan, dan mampu menjawab tantangan musisi dan industri musik di masa depan.
Baca Juga: Sejarawan Australia, Scott Merrillees Ulas Sejarah Perkembangan Kota Jakarta Melalui Foto
Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, FESMI era kepemimpinan Candra Darusman telah melakukan upaya-upaya untuk memberdayakan fungsi organisasi dan bersinergi dengan berbagai stakeholder untuk memberi manfaat kepada musisi dan memberi solusi untuk tantangan dalam industri musik yang terus bergerak.
Salah satunya membangun sistem yang memungkinkan perlindungan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua bagi anggota kerja sama dengan BPJS Jamsostek. Tak lupa mensosialisasikannya melalui dialog #DISPERSI.
FESMI juga telah membentuk Tim Hukum dalam upaya pemberian konsultasi hukum kerja sama dengan organisasi lawyer LBH. "Ini penting, karena masih banyak yang kurang mengerti hukum atau hanya memahami hukum sepotong-sepotong," tambah Yovie.
Baca Juga: Misteri Hilang dan Ditemukannya dr. Qory di Bogor
"Tim hukum ini menyediakan dan memfasilitasi dialog terkait, merencanakan, dan menyediakan template kontrak kerja yang dapat dijadikan acuan. Membuat kesepakatan MOU dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) untuk memperkuat layanan bantuan hukum kepada anggota. Dan yang sering mengemuka saat ini membangun kesepakatan kolektif tentang aktivitas cover mengcover- satu hal yang sudah pasti tak terhindari dalam dunia musik. Hingga memperjuangkan pengelolaan performing rights yang sesuai aturan Undang-undang dengan dorongan konstruktif kepada LMKN, dan masih banyak lagi," papar Yovie.
“Tentu tidak mudah bagi FESMI, sebuah organisasi yang dijalankan oleh musisi aktif untuk bisa bekerja agar mencapai cita-cita organisasi. Untuk itu FESMI juga mengajak semua musisi-musisi, mulai dari yang kawakan hingga musisi pemula, juga antara musisi ibukota dengan musisi daerah untuk dapat membuat berbagai macam bentuk kegiatan-kegiatan tukar ilmu dan pemberdayaan agar memperkecil ketimpangan informasi. Sehingga musisi bisa lebih paham, berdaya, dan sejahtera,” pungkas Yovie.
Baca Juga: Beragam Budaya Hadir di Festival Selayar Denai 2023, Dari Pakpong Hingga Makan Berjambar
Artikel Selanjutnya
Kemendikbudristek Dukung Perlindungan Terhadap Musisi Tradisi
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Kemendikbudristek Dukung Perlindungan Terhadap Musisi Tradisi
Yayasan AMI Dukung Sinergi You Tube dan Pelaku Industri Musik Indonesia