Dua Jam Konser Iskandar Widjaja dan Stephanie Onggowinoto Tinggalkan Kesan Istimewa

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Jumat, 25 April 2025 | 08:49 WIB
Iskandar Widjadja dan Stephanie Onggowinoto last hurrah (istimewa)
Iskandar Widjadja dan Stephanie Onggowinoto last hurrah (istimewa)

TINEMU.COM– Konser Iskandar WidjajaThe Classical Recital yang digelar pada Sabtu, 19 April 2025 di Usmar Ismail HallJakarta berhasil memukau para penonton dengan keindahan perpaduan musik klasik dunia dan nuansa tradisional Indonesia. Dengan konsep resital klasik bergaya Eropa yang intim, konser ini membawa audiens pada perjalanan musikal yang penuh emosi, kehangatan, dan kedekatan.

Kolaborasi antara Iskandar Widjaja (violin) dan Stephanie Onggowinoto (piano), pianis berbakat lulusan Royal College of Music, London, berhasil menciptakan pengalaman konser yang memukau. Iskandar Widjaja, dengan kemampuan teknik biola yang luar biasa, tampil mempesona dalam konser sepanjang sekitar 2 jam, yang terbagi dalam pertunjukan utama selama 1,5 jam dan istirahat 30 menit.

Setelah konser selesai, suasana di Usmar Ismail Hall Jakarta tetap dipenuhi dengan energi yang luar biasa. Penonton yang terpesona oleh penampilan Iskandar Widjaja dan Stephanie Onggowinoto belum juga meninggalkan tempat duduk mereka, membiarkan diri mereka tenggelam dalam kenangan yang istimewa. Keindahan perjalanan musikal yang dibawakan selama hampir dua jam itu tidak hanya menyentuh telinga, tetapi juga menyentuh hati setiap penonton yang hadir.

Baca Juga: Transjabodetabek S61 Rute Alam Sutera – Blok M Resmi Beroperasi

Konser The Classical Recital ini lebih dari sekedar pertunjukan, merupakan perjalanan emosional yang membawa penonton ke dalam kedalaman setiap komposisi, dari karya klasik Edvard Grieg hingga lagu-lagu tradisional Indonesia yang dibawakan dengan sentuhan megah. Di setiap nada yang dimainkan, ada rasa, ada cerita yang terukir dalam keindahan melodi. Ada tawa, ada tangis, dan yang lebih penting, ada koneksi yang terjalin kuat antara sang musisi dan audiens.

Iskandar dan Stephanie in action
Iskandar dan Stephanie in action (istimewa)

Ketika Iskandar Widjaja dan Stephanie Onggowinoto meninggalkan panggung setelah encore, sorak-sorai penonton masih menggema. Mereka tidak hanya mengapresiasi musik yang luar biasa, tetapi juga merasakan kedekatan dengan sang maestro. Tidak hanya sebagai seorang musisi, tetapi juga sebagai sosok yang telah berhasil membawa mereka ke dalam dunia yang lebih indah, dunia musik yang sarat dengan makna dan emosi.

Usai pertunjukan, kesempatan untuk bertemu langsung dengan Iskandar Widjaja dalam sesi meet & greet dan foto bersama menjadi momen yang tak ternilai. Penggemar merasa seolah-olah sebuah impian menjadi kenyataan—bertemu langsung dengan seorang maestro yang telah mengubah cara mereka menikmati musik.

Baca Juga: Prinsa Mandagie Gambarkan Sakitnya 'Bertahan Sendiri' Lewat Nomor Terbarunya

Iskandar Widjaja dengan kehangatan dan keramahan yang ia tampilkan, seakan menyampaikan bahwa konser ini bukan sekadar acara, tetapi sebuah perjalanan bersama, sebuah kenangan yang tak akan terlupakan. Bagi banyak orang, Sabtu malam yang lalu bukan hanya tentang musik, tetapi tentang rasa yang terhubung, tentang bagaimana musik memiliki kekuatan untuk menyatukan hati dalam kedamaian dan keindahan yang tak terucapkan.

Iskandar dengan busana rancangan Poppy Dharsono
Iskandar dengan busana rancangan Poppy Dharsono (istimewa)

Konser The Classical Recital ini meninggalkan bekas yang mendalam. Sebuah perayaan keindahan musik klasik, sebuah perjalanan yang melampaui waktu dan ruang, yang membawa setiap orang yang hadir untuk merasakan betapa indahnya dunia yang diciptakan oleh Iskandar Widjaja dan Stephanie Onggowinoto. Sebuah malam yang tak hanya mengisi telinga, tetapi juga jiwa, dan meninggalkan kenangan abadi di hati setiap penonton.

"Saya sudah beberapa kali menonton konser dan resital Iskandar Widjaja. Namun, bagi saya, resital kali ini adalah yang terbaik yang pernah saya rasakan. Iskandar tidak hanya menunjukkan teknik yang luar biasa, tetapi juga kemampuan untuk berkomunikasi melalui permainannya. Memainkan repertoar yang sulit seperti itu tidaklah mudah, tetapi dia tampak sangat tenang. Bahkan, dia sudah mencapai tahap di mana dia bisa berkomunikasi dengan instrumennya. Kadang-kadang kita melihat musisi berusaha mengatasi kesulitan dalam partitur atau komposisi, tetapi Iskandar sudah berada di level di mana dia bisa ‘bicara’ melalui suara yang dihasilkannya. Itu adalah level yang berbeda. Sukses, selamat!" komentar Addie MS.

Baca Juga: Dere Resmi Rilis Album Kedua, Banyak Ekplorasi Hal Baru

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X