TINEMU.COM- Berikut adalah daftar startup di Indonesia yang melakukan PHK dalam beberapa tahun terakhir :
1. Tokopedia-TikTok Shop
Pada Juni 2024, sekitar 450 karyawan atau 9% dari total tenaga kerja terkena PHK.Ini merupakan gelombang PHK pertama sejak Tokopedia resmi diakuisisi TikTok pada Desember 2023. PHK dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi usai merger. Kemenaker telah membantah isu bahwa PHK dilakukan demi menggantikan tenaga lokal dengan tenaga kerja asing (TKA) dari Cina.
2. Xendit
Startup penyedia layanan pembayaran digital ini melakukan PHK sebagian karyawan pada awal 2024. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan jangka panjang perusahaan. Jumlah korban PHK tidak diumumkan secara resmi.
3. Lamudi
Pada Juli 2023, Lamudi melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan dari beberapa departemen. Menurut CEO Lamudi Indonesia, Mart Polman, langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan kepada para mitra seperti developer, bank, dan agen properti.
4. JD.ID
Startup e-commerce ini melakukan PHK terhadap sekitar 30% atau sekitar 200 karyawan pada Desember 2022. Akibat perubahan model bisnis dan persaingan yang ketat, JD.ID resmi menutup operasinya di Indonesia pada 31 Maret 2023, dan situsnya kini dialihkan ke platform JD.com di China.
5. Ruangguru
Platform edtech ini melakukan PHK terhadap ratusan karyawan pada November 2022. CEO Adamas Belva Devara menyampaikan permintaan maaf dan menyebut keputusan tersebut sebagai konsekuensi dari situasi pasar global yang memburuk.
6. LinkAja
Startup dompet digital ini juga melakukan reorganisasi dan PHK sebagian karyawan pada 2022.Jumlahnya dipastikan tidak melebihi 200 orang. Langkah ini bertujuan menyesuaikan fokus bisnis perusahaan.
Gelombang PHK yang melanda startup Indonesia menunjukkan bahwa sektor digital pun tak luput dari tekanan ekonomi. Meski berorientasi pada inovasi dan efisiensi, stabilitas ketenagakerjaan kini menjadi tantangan serius di tengah dinamika pasar yang terus berubah.**
Artikel Terkait
Diet Online ? Bisakah?
Muat Konten Judi Online, Kemkomdigi Blokir Sementara Digitaloceanspaces.com
XL dan Smartfren Merger, Pemerintah Minta Tak Ada PHK Massal
Ratusan Karyawan Kompas TV Terdampak Layoff, Kok Bisa?