KA Pangrango Gunakan Kereta Ekonomi New Generation Mulai 1 Juli 2025

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Rabu, 9 Juli 2025 | 14:53 WIB
Para calon penumpang KA Pangrango relasi Bogor – Sukabumi . (kai.id)
Para calon penumpang KA Pangrango relasi Bogor – Sukabumi . (kai.id)

TINEMU.COM - Rangkaian KA Pangrango relasi Bogor – Sukabumi (PP) mulai Selasa, 1 Juli 2025, resmi menggunakan Kereta Ekonomi New Generation yang dirancang dengan standar kenyamanan lebih tinggi.

Kereta baru ini memiliki kapasitas 72 tempat duduk per kereta, lebih sedikit dibanding sebelumnya yang sebanyak 80 tempat duduk, sehingga memberikan ruang kaki yang lebih luas dan kursi yang lebih ergonomis.

Total kapasitas tempat duduk KA Pangrango kini menjadi 460 kursi, tetap optimal untuk melayani rute Bogor – Sukabumi yang merupakan koridor padat, terutama di akhir pekan dan musim liburan.

Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Dilanjutkan: Langkah BNPB Atasi Banjir Jabodetabek

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba mengatakan, Kereta Ekonomi New Generation yang digunakan pada KA Pangrango merupakan hasil modifikasi dan perawatan oleh Balai Yasa Manggarai, unit perawatan sarana KAI yang telah menghasilkan 93 kereta New Generation hingga 2 Juli 2025.

“Hal ini mencerminkan kapasitas Balai Yasa dalam mendukung in-house modernisasi sarana KAI secara berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian industri perkeretaapian nasional,” ungkap Anne.

Langkah peningkatan layanan ini juga relevan dengan lonjakan jumlah penumpang KA Pangrango dari tahun ke tahun. Tahun 2023, KA ini mengangkut 786.001 penumpang. Angka itu meningkat menjadi 874.789 pada 2024.

Baca Juga: Muthia Farah Kandia Sukses Rintis Dosare Capsule Hotel di Malioboro

Sementara untuk Januari hingga Juni 2025 saja, sudah tercatat 554.394 penumpang — terdiri dari 87.326 penumpang kelas eksekutif dan 467.068 kelas ekonomi.

Modernisasi KA Pangrango juga tak lepas dari peran penting Stasiun Bogor sebagai simpul konektivitas regional. Stasiun ini juga melayani rata-rata harian 49.369 gate-in dan 49.024 gate-out pengguna Commuter Line.

Ke depan, integrasi antara Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor akan menjadikan kawasan tersebut sebagai “downtown” modern ala Eropa menggabungkan fungsi transit, rekreasi, dan ruang interaksi warga kota.

Baca Juga: The Brighter, The Sweeter di Kendys Gallery: Ketika Luka Menjelma Rasa Manis

Sebagai kota yang telah lama dikenal modern sejak era kolonial, Bogor terus berkembang. Konektivitas antarmoda yang semakin baik menjadikan mobilitas masyarakat lebih efisien, dan layananan KA Pangrango menjadi bagian penting dari denyut perkembangan kota ini.

Dengan hadirnya KA Pangrango sebagai bagian dari layanan yang menggunakan Kereta Ekonomi New Generation, KAI kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas penggunaan sarana modern di berbagai wilayah operasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X