“Logo yang terpilih bukan hanya akan kami pakai, tapi akan menjadi bagian dari sejarah FFW ke depan. Ia akan muncul dalam rilisan pers, panggung acara, backdrop, katalog, bahkan poster-poster resmi,” ujar Benny.
Dalam suasana persiapan yang semakin intens, Lomba Cipta Logo ini pun mencoba memberi warna tersendiri. Bagi banyak orang, ini bisa jadi pintu masuk ke dunia festival bahkan jika mereka bukan pembuat film. Di sinilah seni visual bersua jurnalisme, membentuk wajah baru yang kelak akan dikenang.**
Artikel Terkait
Resmi PSSI Copot Satoru Mochizuki
Pembangunan Stasiun Jatake Capai 92,78%, Ditargetkan Rampung Akhir Juli 2025
Kementerian Ekraf Dukung Film 'Rangga dan Cinta' Tembus Pasar Global
PP Aisyiyah Harapkan Semangat Mengonsumsi Makanan Sehat Dapat Menular