TINEMU.COM - Lebih dari 400 pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat antusias mengikuti ajang Skagata 5K, lomba lari pelajar pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mengusung sistem digital dan standar event profesional.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMKN 3 Yogyakarta sebagai bagian dari peringatan 60 tahun (6 Dekade) sekolah, sekaligus bentuk dukungan terhadap program nasional 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Terdiri atas dua kategori utama, City Race 3K dan City Race 5K, pelaksanaan lomba dimulai sejak pukul 05.15 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan cuaca cerah dan pengamanan optimal. Water station tersedia di setiap rute dan tim medis bersiaga di beberapa titik.
Baca Juga: Drestanta Tiyasa Serahkan Beasiswa Kepada 18 Siswa SMAN 2 Purworejo
Peserta kategori 3K menempuh rute Jl. RW Monginsidi – Jl. P. Mangkubumi – Jl. Gotong Royong – Jl. Magelang – RW Monginsidi. Sementara peserta 5K melintasi jalur lebih panjang melalui Jl. Nyi Tjondrolukito, Jl. Selokan Mataram, Jl. Wijaya Kusuma, hingga Jl. Rogoyudan dan Jl. Magelang.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pengembangan prestasi olahraga pelajar, seluruh pemenang di masing-masing kategori mendapatkan Piala Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penghargaan ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas dan partisipasi pelajar dalam bidang olahraga, khususnya atletik.
Baca Juga: 26 Juli Resmi Jadi Hari Puisi Indonesia: Negara Akhirnya Akui Suara Para Penyair
Acara ini dilengkapi fasilitas peserta seperti race jersey, finisher medal, totebag, e-sertifikat, refreshment, asuransi, dokumentasi resmi, hiburan, dan hadiah podium. Para pemenang juga berhak membawa pulang Piala Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY.
Ketua Panitia, Arpeni Rahmawati mengatakan pelaksanaan Skagata 5K menerapkan sistem timing chip berbasis RFID pada BIB Number peserta. Teknologi ini secara otomatis mencatat waktu tempuh pelari saat melewati garis start dan finish. Validasi hasil dilakukan secara profesional, dan pelari yang tidak menggunakan chip dianggap tidak start (DNS) serta tidak berhak meraih juara.
Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada menyampaikan bahwa Skagata 5K merupakan komitmen sekolah dalam membangun karakter dan prestasi generasi muda. Pihaknya ingin menyukseskan program Mendiknas 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya melalui kebiasaan berolahraga.
Baca Juga: Riyuka Bunga Muncul di WeTV Original 'Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap', Kok Bisa?
“Pelajar adalah generasi penerus bangsa, dan mereka perlu diberi arah serta ruang berprestasi. Karena ajang lari pelajar di Yogyakarta masih minim, kami hadir untuk menjadi pelopor,” ujarnya.
Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Maryono berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan secara rutin. Harapannya, pelajar di Yogyakarta semakin antusias mengikuti kegiatan positif seperti ini.
Artikel Terkait
Bangun Jiwa Wirausaha, Ok Oce Indonesia Beri Kuliah Umum di SMKN 3 Yogyakarta
SMKN 3 Yogyakarta Lepas 627 Siswa Kelas XII, Siap Meniti Masa Depan
Genap Enam Dekade, SMKN 3 Yogyakarta Gelar Lomba Lari SKAGATA 5K