TINEMU.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kompas.com menghadirkan ruang refleksi penuh makna melalui acara Bedah Buku: “Didiek Hartantyo, Masinis yang Melintasi Badai”, yang digelar di Gramedia Makarya Matraman, Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Buku ini tidak sekadar mendokumentasikan perjalanan seorang pemimpin, melainkan menjadi cermin dari bagaimana karakter, keberanian, dan nilai kemanusiaan dapat membentuk arah transformasi sebuah organisasi besar di tengah masa-masa paling menantang.
Ditulis secara natural dan berdasarkan kejadian nyata, buku ini merekam bagaimana Didiek Hartantyo memimpin KAI melewati krisis pandemi tanpa satu pun pemutusan hubungan kerja.
Baca Juga: Ini Dia Penampilan Frankenstein Terbaru Karya del Toro!
Ketika banyak perusahaan memilih efisiensi ekstrem, Didiek justru melindungi setiap Insan KAI dan mendorong inovasi secara berkelanjutan. Ia percaya bahwa tantangan bukan alasan untuk mundur, tetapi peluang untuk tumbuh.
“Transformasi bukan soal system, ini soal karakter. Soal keberanian untuk tetap manusiawi di tengah badai,” ujar Didiek.
Bagi Didiek, setiap keputusan harus diambil dengan keyakinan, bukan ketakutan. Di tengah tekanan, Ia menegaskan.
Baca Juga: Main Main di Cipete Eps 22 Hadir dan Mengalir dalam Spirit Kolaboratif
“Kita tidak boleh lebih kecil dari masalah. Kita harus lebih besar dari tantangan. Karena setiap krisis menyimpan peluang.” Kalimat ini tidak hanya menjadi prinsip pribadi, tetapi juga nilai yang menjalar ke seluruh ekosistem KAI.
Ia tidak berjalan sendiri, Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, karena baginya mengatasi masalah tidak bisa sendiri. Harus kolaboratif, karena solusi lahir dari kekuatan bersama.
Zulfikar Akbar, penulis buku ini menjelaskan bahwa proses penulisan dilakukan secara natural dan mengalir. Tidak ada yang ditambahkan atau dikurangi, karena kenyataan itu sendiri sudah sangat kuat.
Baca Juga: Lagu Baru Wijaya 80 Sindir Seseorang Pemberi Harapan Palsu
Ia menyebut Didiek sebagai pemimpin yang tenang, tidak suka menyalahkan keadaan, dan justru membangun mindset baru di saat krisis. Buku ini adalah bentuk apresiasi terhadap keberanian yang tidak bicara banyak, tapi memberi dampak besar.
Hal senada disampaikan Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho, yang menyebut Didiek sebagai pemimpin yang menjalankan dua peran penting sekaligus: pemimpin formal yang mengarahkan struktur, dan pemimpin informal yang membangun budaya kerja melalui keteladanan.
Artikel Terkait
KAI Group Raih Prestasi Gemilang di Ajang BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2025
KAI Resmikan Gedung Record Center dan Groundbreaking Gedung Restorasi Arsip
KAI Hadirkan Sentuhan Tematik dan Diskon 30% Selama Libur Sekolah
71 Anak Bertualang Bersama KAI di Wahana Interaktif KidZania
Creative Space KAI x Rumah BUMN Hadir di 3 Stasiun Selama Libur Sekolah