Sadstory on Sunday dan Whitefox Masuk Kompilasi 'The Emo Diaries' Milik Deep Elm, AS

photo author
Donny Anggoro, Tinemu
- Sabtu, 27 September 2025 | 05:02 WIB
Sadstory on Sunday (Purwekerto) (AngrySons)
Sadstory on Sunday (Purwekerto) (AngrySons)

TINEMU.COM- Kabar membanggakan datang dari Purwokerto dan Bandung. Band Sadstory on Sunday dari Purwokerto yang mengusung aliran post rock/ screamo dan band Whitefox dari Bandung yang mengusung post rock telah resmi dipilih menjadi line up album kompilasi legendaris Emo Diaries chapter 13: Confessions of a Broken Man, besutan label emo independen kawakan Deep Elm asal Dallas, Amerika Serikat.

Sadstory on Sunday adalah band asal Purwokerto beranggotakan Kemal Fuad Ramadhan (Drum), Nanda Ardi Nugraha (Gitar), Chandra Purnomo (Gitar), dan Wimba Adhi Nugraha (Bass) sudah merilis menelurkan 4 single selama kurun waktu 2007 sampai 2024 dan terlibat dalam 2 kompilasi The Empty Space Journey (2007) dan Revolution Autum vol. 1 (2014) sebelum masuk Emo Diaries.

artwork The Emo Diaries USA dan Whitefox Bandung
artwork The Emo Diaries USA dan Whitefox Bandung (AngrySons)

Sedangkan Whitefox merupakan band post rock asal Bandung yang telah menelurkan 9 singles selama kurun waktu 2015-2025 dengan single terbaru berjudul Where The Light Begins yang rilis pada Agustus 2025.
Whitefox dibentuk oleh Rizky Darmawan (guitar), Ezen Kamaluidin (guitar), Sebastian Arga (bass & multi-intrument), dan Ray Julian (drums). Uniknya yang dipilih Deep Elm untuk masuk ke kompilasi jilid 13 ini adalah lagu instrumental atau bernuansa post-rock dari kedua band.

Baca Juga: Shakira Jasmine Jadi Wakil Indonesia di Music Matters Live 2025 Singapore, Kok Bisa?

Menurut pengakuan Kemal Fuad aka Kemsoy ketika diwawancarai via chat WA. Sadstory on Sunday dihubungi sendiri oleh John Szuch lewat email. Padahal kompilasi kali ini mencari peserta lewat submit form. Entah kenapa John malah menghubungi Kemal dahulu.

“Malah di email. Nah aku waktu awal nanya, ada band indo lagi gak. Dia bales, ada namanya Whitefox. Pertama dalam sejarah 1 kompilasi ada dua dari negara yang sama katanya,” ujar Kemal.

John Szuch adalah pendiri Deep Elm Records, label independen asal Amerika yang berdiri sejak 1995 dan dikenal luas sebagai salah satu rumah penting bagi perkembangan emo, post-rock, dan indie rock. Dengan idealisme kuat untuk menjaga integritas artistik, Szuch membangun Deep Elm tanpa kompromi terhadap tren industri besar, fokus pada merilis musik yang jujur, emosional, dan penuh karakter. Di bawah arahannya, label ini melahirkan rilisan berpengaruh dari band-band seperti Mineral, The Appleseed Cast, dan Lights & Motion, sekaligus mengkurasi kompilasi legendaris The Emo Diaries yang mendokumentasikan lahirnya gelombang emo generasi akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Baca Juga: Rafi Muhammad dan Andien Persembahkan Karya Terbarunya untuk Para Caretakers

Deep Elm Records adalah label independen asal Amerika yang sejak 1995 konsisten menjadi rumah bagi band-band emo, indie rock, hingga post-rock. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah seri kompilasi The Emo Diaries (1997–2025) yang terdiri dari 13 jilid, berisi ratusan lagu unreleased dari band baru maupun yang kemudian menjadi berpengaruh.

Dengan sistem pengiriman demo terbuka, kompilasi ini tidak hanya memperkenalkan nama-nama penting dalam sejarah emo seperti Mineral, The Appleseed Cast, dan Further Seems Forever, tetapi juga menjadi titik awal bagi band post rock yang kemudian menemukan pijakan di katalog Deep Elm, seperti Lights & Motion, Moonlit Sailor, dan Dorena.

Melalui The Emo Diaries, Deep Elm tidak sekadar mendokumentasikan satu era musik, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya jaringan internasional yang mempertemukan emosi mentah emo dengan atmosfer luas
post rock. Dengan perkembangan internet dan media sosial sekarang, kompilasi antar negara menjadi jauh lebih mudah dilakukan sehingga dua band Indonesia bisa terlibat di dalamnya.**

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Donny Anggoro

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X