17 Komunitas Selam Ikuti Upacara Bendera di Area Karamnya Kapal USAT Liberty

photo author
Setiyo Bardono, Tinemu
- Jumat, 18 Agustus 2023 | 16:54 WIB
Sebanyak 17 komunitas selam mengikuti upacara bendera merah putih di area karamnya Kapal USAT Liberty di Bali. (kemdikbud.go.id)
Sebanyak 17 komunitas selam mengikuti upacara bendera merah putih di area karamnya Kapal USAT Liberty di Bali. (kemdikbud.go.id)

TINEMU.COM - Kemendikbudristek melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, Direktorat Jenderal Kebudayaan bersama satuan Brimob Polda Bali melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih di dua lokasi yang saling terintegrasi

Di darat, upacara pengibaran bendera digelar di Puri Madha Dive Resort. Sementara di bawah air, di area karamnya kapal USAT Liberty, perairan Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

Peringatan Hari Kemerdekaan di bawah air dilaksanakan untuk mengingatkan kembali bahwa sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan mempersatukan kepulauan Nusantara.

Baca Juga: Peringanti Hari Kemerdekaan RI, Website Kemenag Hadirkan Fitur Ramah Disabilitas

Upacara pengibaran bendera merah putih di bawah air untuk memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI dilaksanakan di Tulamben, Bali pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Dengan Komandan Satuan Brimob Polda Bali, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Firdaus Wulanto, yang bertindak sebagai inspektur upacara di bawah air.

Upacara ini melibatkan 48 penyelam yang terbagi menjadi 3 barisan, yaitu barisan 17, barisan 8, dan barisan 23 yang melambangkan 17 Agustus 2023.

Baca Juga: Nyanyikan Lagu 'Rungkad', Putri Ariani Sukses Goyang Istana Merdeka

Upacara bawah air diikuti oleh kolaborasi antar satuan Brimob Polda Bali bersama 17 komunitas penyelam pemerhati tinggalan budaya bawah air perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Komunitas penyelam tersebut yaitu Celebes Dive, Komunitas Sea Soldier, Sentra Selam Jogja, Komunitas Selam Gorontalo, Ghapura Dive Raja Ampat, Manado Freediving, Arkeologi Bawah Air HIMA Universitas Gadjah Mada, dan PB POSSI Bidang Arkeologi Bawah Air.

Selanjutnya: komunitas Emas Diving Club (EDC), Rafflesia Bengkulu Diving Centre, Kelompok Penyelam Arkeologi (KOMPAK) Gwen Dive Belitung, Polairud Polda Jambi, Komunitas Selam di Bangka, dan Komunitas Selam di Belitung serta Komunitas Selam Adespin.

Baca Juga: Once Mekel dan Tulus Masuk Nominasi Kaset Awards 2023

Area upacara bawah laut dilaksanakan pada kedalaman 6 meter tepat di depan situs kapal USAT Liberty. Tiang bendera setinggi 17 meter (menyimbolkan tanggal 17), dibuat dengan proporsi 6 meter di bawah laut dan 11 meter di atas permukaan laut.

Rangkaian teknis ini menggambarkan semangat mengharumkan nama bangsa dari dasar laut hingga ke angkasa.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan kegiatan ini mengambil momentum untuk melihat bagian sejarah dan budaya yang harus dilestarikan, yakni tinggalan bawah air. Hingga saat ini, kita belum optimal dalam melakukan pemajuan kebudayaan dari sisi ini.

Baca Juga: Dewa 19 Feat All Stars Calon Kuat Kolaborasi Terbaik Kaset Awards 2023

Menurutnya, upaya untuk mengenalkan tinggalan cagar budaya bawah air sangatlah penting karena kelangsungan cagar budaya bawah air di masa mendatang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

Di perairan Indonesia, terdeteksi 462 titik warisan budaya bawah air berupa kapal, pesawat, keramik, senjata, dan aneka peninggalan bersejarah lain. Dari jumlah itu, baru 145 titik yang berhasil disurvei Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan hanya sedikit tinggalan arkeologi yang mendapatkan penanganan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Setiyo Bardono

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Astrid Rilis Album Terbarunya Lewat Jalur Indie

Rabu, 15 April 2026 | 20:44 WIB

Reli IHSG Dinilai Rentan dan Bersifat Sementara

Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB
X